TARAKAN – Museum Sejarah Kota Tarakan resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 118 museum di Indonesia yang akan menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum untuk Tahun Anggaran 2027.
Kepastian ini diperoleh setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan, menyelesaikan seluruh dokumen teknis dan menyusun usulan program kerja melalui sistem KRISNA milik Bappenas, yang sebelumnya telah lolos verifikasi oleh Bappeda Litbang Kota Tarakan.
Kepala Bappeda Litbang Kota Tarakan, Dr. Catur Hendratmo, menyambut baik kabar positif ini. Ia menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan buah dari komitmen dan kolaborasi antarinstansi dalam memperkuat tata kelola kebudayaan di daerah.
“Diterimanya kucuran DAK Nonfisik BOP Museum Tahun 2027 ini menjadi kabar gembira sekaligus pelecut semangat bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengelolaan potensi kebudayaan dan sejarah di Kota Tarakan. Ini bentuk dorongan pemerintah pusat atas kelengkapan dan kesiapan dokumen serta usulan program yang telah kita susun secara cermat,” ujar Dr. Catur Hendratmo, Selasa (28/7/2026).
Sebagai bagian dari tahapan lanjut pengalokasian anggaran tersebut, kegiatan Reviu Kebijakan DAK Nonfisik BOP Museum dan Taman Budaya Tahun 2027 tengah dilaksanakan di Hotel Kristal, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 28 hingga 31 Juli tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola, meningkatkan standar layanan, serta memperkuat pemajuan kebudayaan di tingkat daerah.
Lebih lanjut, Dr. Catur menjelaskan bahwa alokasi anggaran DAK Nonfisik Tahun 2027 tersebut nantinya akan difokuskan pada tiga pilar utama pengembangan museum.
“Fokus penggunaan anggaran DAK Nonfisik BOP Museum Tahun 2027 meliputi tiga aspek utama, yaitu penguatan pengelolaan koleksi museum, peningkatan program publik agar museum lebih interaktif dan mendidik, serta pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang guna kenyamanan pengunjung,” pungkasnya.
Dengan diterimanya alokasi DAK Nonfisik ini, Museum Sejarah Kota Tarakan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pelestarian sejarah daerah sekaligus menjadi destinasi edukasi budaya yang unggul bagi masyarakat luas. (**)











Discussion about this post