Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 4 Nov 2020 17:12 WITA ·

Ingatkan 5 Pilar Pengembangan SDA


Pengukuhan  anggota TKPSDA. Foto: Humas Pemprov Kaltara Perbesar

Pengukuhan anggota TKPSDA. Foto: Humas Pemprov Kaltara

TANJUNG SELOR – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Teguh Setyabudi mengingatkan kepada Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Kayan 5 pilar pengembangan SDA Kaltara. Hal ini disampaikannya saat mengukuhkan anggota TKPSDA, di Hotel Pangeran Khar, Selasa (3/11).

Kelima pilar tersebut antara lain, konservasi SDA, pendayagunaan SDA, pengendalian daya rusak air, sistem informasi SDA, dan pemberdayaan serta peningkatan peran masyarakat dan dunia usaha.

“Kelimanya, saling berkaitan satu sama lain dan harus seimbang agar terwujudnya pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan,” kata Teguh.

Kebijakan konservasi SDA pertama berfungsi untuk meningkatkan, memulihkan dan mempertahankan daya dukung, daya tampung dan fungsi SDA. Gunanya, untuk menjamin ketersediaan air, memulihkan dan mempertahankan kualitas air, menerapkan prinsip pencemar membayar sebagai instrumen untuk mendorong pengendalian pencemaran air dan meningkatkan pengelolaan kualitas air.

Teguh melihat, ada tiga hal yang menjadi perhatian, yaitu perimbangan antara pasokan air dan kebutuhan di wilayah sungai tidak berimbang. Serta, potensi konflik antar pengguna SDA dan pesatnya perkembangan pembangunan di wilayah sungai yang bersangkutan sehingga diperlukan suatu wadah koordinasi untuk menyelesaikan permasalahan ini secara integralistik.

“Karena itu, TKPSDA WS Kayan kami harapkan dapat bekerjasama untuk mewujudkan keterpaduan dan sinergi antara provinsi dan kabupaten yang harmonis, antara wilayah, antar sektor dan antar generasi,” katanya.

Ia berharap, TKPSDA tidak hanya membahas dan merekomendasikan pola pengelolaan SDA. Akan tetapi lebih dari itu, melaksanakan fungsi-fungsinya sesuai perundang-undangan yang berlaku. Yang umumnya bukan hal yang mudah karena didalam pelaksanaannya akan dijumpai berbagai kepentingan yang tidak selalu sejalan.

Seperti diketahui, ada dua WS yang memiliki potensi besar di Kaltara diantaranya WS Kayan dan WS Sesayap. WS Kayan memliki luas 3.182.141,42 hektare dengan status lintas kabupaten/kota. Sedangkan WS Sesayap, memiliki luas 3.146.297,4 hektare dengan status lintas negara.

Adapun potensi yang dimiliki Sungai Kayan meliputi air permukaan 9 Daerah Aliran Sungai (DAS) sebesar 43,56 miliar per tahun yang bisa dimanfaatkan untuk sarana perkebunan, pertanian maupun irigasi. Selain itu, Sungai Kayan juga memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 9.000 Megawatt.(humas)

 

Artikel ini telah dibaca 186 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda Ke-93, Jamhari: Pemuda Harus Bangkit di Tengah Pandemi

28 Oktober 2021 - 08:58 WITA

Uji Kemampuan Fisik Prajurit,Kodim 0907/Trk Gelar Garjas Periodik II

28 Oktober 2021 - 06:15 WITA

Bentuk Kepedulian, Kodim 0907/Tarakan Berikan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran

27 Oktober 2021 - 20:46 WITA

Desa Bandan Bikis Sambut Baik Program Gebyar Pemda KTT

27 Oktober 2021 - 18:15 WITA

Ketua TP-PKK Rachmawati Zainal akan Promosikan Batik Kaltara ke Ajang Nasional

27 Oktober 2021 - 17:29 WITA

1.000 Unit Rumah ASN Pemprov Dibangun Tahun Depan

27 Oktober 2021 - 17:21 WITA

Trending di Advetorial