TARAKAN – Gandeng tokoh agama, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan gelar deklarasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalimantan Utara 2020 damai di Simpang Empat lampu merah GTM, Sabtu (7/11/20). Ini sekaligus menghimbau masyarakat untuk tolak politik uang, ujaran kebencian, politisasi sara dan hoax.
Selain melakukan deklarasi Pilkada damai, Bawaslu Kota Tarakan juga membagian 2.000 masker kepada masyarakat maupun pengendara yang melintas tidak memakai masker.
Pencoblosan Pilkada Kaltara 2020 yang hanya tinggal menyisakan 33 hari lagi, Bawaslu Kota Tarakan mengajak masyarakat mengawasi setiap tahapan yang berlangsung.
“Namanya kontestasi ini pasti akan banyak sekali akses-akses negatif, makanya Bawaslu Kota Tarakan sudah melakukan sosialisasi pengawas partisipatif. Dalam aksi ini juga membawa tulisan yang berisi pesan kepada masyarakat seperti tolak politik uang, tolak ujaran kebencian,” kata anggota Bawaslu Kota Tarakan Dian Antarja ditemui usai mengikuti deklarasi Pilkada damai.
Dalam aksi ini, Bawaslu juga menyebarkan stiker berbagai bentuk ukuran kepada masyarakat berisi pesan ajakan. Ini semua lakukan agar masyarakat ketika nanti dibilik suara untuk menentukan pilihan tidak hanya memilih pemimpin berdasarkan track recordnya tetapi juga melihat paslon tersebut melakukan pelanggaran atau tidak.
“Sebelum mencoblos lihat juga paslon yang ada bagaimana dia menjalankan kampanyenya, apakah dia melakukan pelanggaran atau tidak. Itulah yang kemudian kita sampaikan ke masyarakat dalam aksi damai kali ini,” ujar Dian.
Selama mengikuti kampanye paslon, Bawaslu juga mengingatkan masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.
“Ketika dia terkena dampak dari Covid-19 ini, maka Demokrasi ini juga akan ikut terdampak. Ini juga salah satu upaya Bawaslu dalam rangka mendidik masyarakat berkampanye dengan tetap menerapkan prokes bukan untuk siapa-siapa demi masyarakat itu sendiri,” imbau Dian.(mt)















Discussion about this post