TARAKAN – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tarakan tiga hari terakhir, meningkat tajam. Puluhan dokter dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, terpapar Covid-19.
RSUD Tarakan yang menjadi rujukan utama di Provinsi Kaltara, melakukan lockdown selama satu pekan mulai 23 November 2020 sampai 29 November 2020.
Kebijakan lockdown dilakukan, setelah hasil tracking sekitar 300 orang pegawai ditemukan 81 tenaga medis terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, terdapat tiga dokter spesialis dan sisanya tujuh perawat.
“Ini masalahnya bukan di unit ruang perawatan Covid-19. Makanya kami mengambil kebijakan jangan sampai masyarakat yang meminta pertolongan untuk berobat, malah terpapar dari petugas,” kata Direktur Utama RSUD Tarakan dr. Hasbi, Senin (22/11/20).
Pelayanan di RSUD Tarakan yang ditutup sementara, diantaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi rawat jalan, Instalasi rehab medik (Fisioterapi) dan Instalasi bedah sentral.
“Yang kena ini ada dokter spesialis, perawat dan perawat ini menyebar ada yang diruang operasi, IGD dan ruang-ruang perawatan,” ujar Hasbi.
Tidak hanya menutup sebagian pelayanan, ruang perawatan pasien Covid-19 di RSUD Tarakan sudah kelebihan kapasitas pasien yang dirawat. Kondisi ini, juga dialami rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Tarakan.
Sementara itu, tiga hari terakhir pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tarakan, terus bertambah. Hari ini Selasa (23/11/20), total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 622 orang, 7 orang meninggal dunia dan 393 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan yang masih menjalani perawatan, ada 222 orang yang tersebar di RSUD Tarakan, RSUD Kota Tarakan dan sebagian karantina mandiri dirumah.(iik)














Discussion about this post