TARAKAN – Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tarakan yang semakin meningkat, relawan penduli bencana kota Tarakan atau Korlakar melaksanakan aksi penyemprotan di wilayah Kelurahan Kampung 4, Rabu (7/7/2021) sore.
Tidak sendiri aksi penyemprotan dilakukan bersama, tim Satgas PPKM Mikro Kelurahan Kampung 4, Karang Taruna, Banser Nu, Senkom dan masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan ini Lurah Kampung 4 Nany Firiati.
Nany Firiati mengatakan, sasaran penyemprotan disinfektan yang wilayah sudah masuk dalam zona kuning dan jingga dalam rangka pencegahan kemudian penekanan kembali kepada seluruh warga serta mengedukasi mereka untuk disiplin prokes dan disipln 5 M.
“Kalau khusus Kampung 4 sendiri kasus itu ada di tiga RT, yaitu RT 5 ada 1 kasus kontak eratnya sudah negatif semua, RT 7 ada 2 kasus, kontak eratnya 1 orang hasilnya sudah negatif, dan RT 13 sudah ada 5 kasus cuma untuk yang kontak erat dengan pasien itu 5 orang,” ungkapnya.
Untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri dan kontak erat yang melakukan isolasi dan masih menunggu hasil, seluruhnya sudah diberikan bantuan sembako dari PPKM Mikro Kampung 4 yang dananya diperoleh dari masyarakat.
Lurah kampung 4 mengimbau warga terutama wilayah yang sudah ada kasus ini untuk tetap disiplin Prokes. Kemudian bagi pelaku perjalanan dari luar daerah wajib melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan swab dan tidak kontak dengan keluarga lainya.
“Muncul kasus itu tanggal 24 Juni kemarin ada juga yang tanggal 3 Juli. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih ada duungan dari bapak Yusuf Middu dan teman-teman Kolakar, Karang Taruna dan lainya untuk penyemprotan sehingga pandemi ini cepat selesai,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Kolakar Tarakan, Muhammad Fuadi Kustanto mengatakan, untuk kegiatan penyemprotan disinfektan melibatkan sebanyak 10 orang anggota Kolakar, kemudian gabungan dengan Karang Taruna, Banser NU, dan lainya total sebanyak sekitar 15 personil.
“Disinfektan yang disiapkan dalam bentul tablet seperti kapsul sebanyak 10 tablet, dimana satu tablet untuk satu alat penyemprotan,” terangnya.
Dalam pelaksanaan penyemprotan disinfektan di lapangan tidak ada penolakan maupun protes dari warga, “Tim sudah terbiasa untuk teknis penyemprotan, Alhamdulillah warga yang rumahnya didatangi atau disemprot mau menerima,” ujarnya.
Kemudian selaku penasehat Korlakar, Yusuf Middu mengatakan bahwa ini merupakan suatu kegiatan yang positif karena ini kegiatan kemanusiaan untuk Covid-19 yang secara kebetulan lokasinya di Kampung 4 terdiri atas beberapa RT.
“Ini merupakan salah satu bentuk partisipasi Korlakar dan juga Alhamdulillah ada juga ibu Lurah Kampung 4 yang turut bersama-sama di lapangan, tentunya kegiatan untuk meminimalkan keberadaan Covid-19 sehingga masyarakat juga memahami bahwa pentingnya untuk mawas diri, menjaga diri dan saling mengingatkan,” jelasnya.
Yusuf Middu yang juga anggota DPRD Tarakan ini berharap keberadaan prokes itu menjadi hal yang sangat prioritas, karena disamping untuk diri kita sendiri juga untuk orang lain. Untuk itu masyarakat diharapkan mempunyai pemikiran yang sama, sudut pandang yang sama bahwa kita harus perangi Covid-19.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nilai positif yang cukup besar buat kemanusiaan, sehingga ini barangkali bisa dijadikan sebagai hal yang positif untuk kemudian bisa dilakukan oleh pihak-pihak lain. Dan harus ada kepedulian terhadap Covid-19,” sambungnya.
Yusuf Middu menambahkan, tujuan keberadaan Kolakar di tengah – tengah masyarakat dapat memberikan manfaat dan kontribusi kepada masyarakat yang kaitanya dengan kemanusiaan dan diharapakan ini bisa menjadi motivator pihak lain sehingga apa yang menjadi tujuan bersama dalam proses pembangunan di Kota Tarakan bisa diciptakan bersama – sama. (wic/iik)















Discussion about this post