Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 24 Jul 2021 15:05 WITA ·

Dirut RSUD Tarakan Ungkap Nakes Meninggal Karena Covid-19 Sedang Hamil


Nakes RSUD Tarakan Gugur: Seluruh Pegawai RSUD Tarakan Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Jenazah Sebelum Dimakamkan Secara Covid. Foto: fokusborneo.com Perbesar

Nakes RSUD Tarakan Gugur: Seluruh Pegawai RSUD Tarakan Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Jenazah Sebelum Dimakamkan Secara Covid. Foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Seluruh tenaga kesehatan, tenaga medis dan pegawai di RSUD Tarakan sedang berduka, dimana salah satu nakes gugur terpapar Covid-19 saat bertugas.

Nakes meninggal dunia atas nama Marisi Edenta Sinaga (39), salah satu PNS tenaga analisis kesehatan laboratorium RSUD Tarakan.

Nakes meninggal dunia pada Sabtu (24/7/2021) dini hari karena terpapar Covid-19.

Plt Dirut RSUD Tarakan dr. Franky Sientoro menjelaskan, pasien sebelumnya sudah menjalani perawatan selama kurang lebih 7 hari di rumah sakit.

Ia mengatakan, yang bersangkutan awalnya memang memiliki gejala, berbagai upaya sudah dilakukan.

width"450"
width"425"

“Kita sudah memberikan obat-obatan, terapi, kemudian plasma konvalesen dan lainya, namun dua hari yang lalu beliau dirawat dengan ventilator dalam kondisi sudah berat,” jelasnya, Sabtu (24/7/2021).

dr Franky mengungkapkan, Marisi dalam kondisi sedang hamil 16 Minggu atau sekitar 3 bulan, dan artinya trisemester pertama sudah lewat dua Minggu.

“Pada kondisi ibu hamil itu jika terpapar Covid-19 cukup berat, tidak seperti komorbit, bahkan beliau tidak memiliki komorbit,” jelasnya.

dr Franky mengatakan, nakes tersebut masih relatif muda umur 39 tahun dan belum pernah divaksin Covid-19.

“Belum pernah di vaksin karena pada periode awal mau di vaksin sedang hamil kemudian keguguran dan hamil lagi. Dalam kondisi ibu hamil tidak boleh di vaksin,” ungkapnya.

Plt Dirut RSUD Tarakan tegaskan yang bersangkutan (Marisi) bukan tidak mau di vaksin karena memang kondisi tidak bisa di vaksin.

Atas nama seluruh keluarga besar RSUD Tarakan, dr Franky menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu tenaga kesehatan rumah sakit yaitu Marisi Edenta Sinaga. (wic/Iik).

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 292 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Anggota Kompi Air Denjasaang VI-44-13 Bekangdam VI/Mlw Berhasil Evakuasi Korban Kapal Klotok Yang Karam

15 Agustus 2022 - 22:50 WITA

Gubernur Kukuhkan 40 Anggota Pasukan Pengibar Bendera

15 Agustus 2022 - 22:42 WITA

Progress KIHI Signifikan, Menko Marves Bakal Kembali Kunjungi Kaltara

15 Agustus 2022 - 21:13 WITA

Jadi Lokasi Tanam Mangrove, Wabup Hendrik: Semoga Ekosistem di Tana Tidung Tetap Terjaga

15 Agustus 2022 - 18:12 WITA

Hasil Jualan Iphone Tak Diberikan, Seorang Wanita Diamankan Polisi

15 Agustus 2022 - 17:00 WITA

Tahun ini UBT Terima 2.137 Mahasiswa Baru

15 Agustus 2022 - 15:08 WITA

Trending di Advetorial
error: Alert: Content is protected !!