Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Advetorial · 3 Des 2021 20:00 WITA ·

Persiapan Groundbreaking KIPI, 9 Perusahaan Mancanegara Siap Investasi di Kaltara


Foto : Dkisp Kaltara Perbesar

Foto : Dkisp Kaltara

TANJUNG SELOR – Mengawali aksinya dalam kunjungan kerja di Kalimantan Utara (Kaltara), Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investsi (Marves) Republik Indonesia dan Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Indonesia beserta rombongan melakukan rapat koordinasi di Aula Gedung Gabungan Dinas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Kamis (2/12).

Kunjungan kerja dua menteri tersebut tidak lepas dari pendampingan Gubernur Zainal A. Paliwang dan Wakil Gubernur (Wagub) Yansen TP, hal ini merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kaltara untuk melakukan groundbreaking Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

“Kami di sini melihat persiapan rencana groundbreaking KIPI (Kawasan Industri Pelabuhan Internasional, red) di Tanah Kuning, saya lihat perencanaannya memang sudah beberapa waktu yang lalu. Nanti ada sembilan perusanaan dari mancanegara yang akan investasi di sana,” ujar Menteri Luhut dalam wawancaranya usai melangsungkan rapat koordinasi.

“Pak Sofyan nanti akan menindaki soal tanah dan sebagainya, selain itu Pak Zainal juga sudah bekerja sama dengan Bupati Bulungan. Jadi semua perencanaan sudah berjalan, kita berharap semua bisa berlangsung baik,” tambahnya.

“Untuk investor akan kita cari siapa yang cepat dan langsung ada uangnya, jadi jangan hanya omongan saja. Saya rasa Bapak Gubernur juga sudah tahu, orang yang memegang konsesi sampai 11 tahun tidak jalan-jalan itu semuanya kita cabutin haknya dan diberikan kepada yang bisa segera kerja,” beber Menteri Luhut lagi.

Selain Menteri Luhut, Norhayati Andris selaku Ketua DPRD Provinsi Kaltara mengaku bahwa pembangunan industri hijau terbesar di dunia ini akan mengubah masyarakat dan laju kembang pembangunan di Kaltara. Oleh karena itu, kegiatan KIPI akan melibatkan masyakat dan investor lokal demi menghindari adanya kecemburuan sosial.

“Kita memang menerima program-program yang datang, tapi harus tetap melibatkan masyarakat supaya tidak hanya jadi penonton. Saya minta kepada Pak Menteri untuk memfasilitasi putra-putri daerah yang memiliki potensi untuk dapat disekolahkan dan membangun politeknik yang sesuai dengan kebutuhan kerja di sini,” ungkapnya

“Saya juga menyampaikan harapan agar para investor harus bergandengan tangan dengan kontraktor lokal, Pak Menteri juga mengiyakan dan akan melibatkan kontraktor lokal. Tapi itu juga harus sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan sehingga tidak dilepas langsung, tapi didampingi,” pungkasnya. (saq/dkispkaltara)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Damai Tuntut Edy Mulyadi Ditangkap, Kapolres Tarakan: Secepatnya Kita Sampaikan ke Atas

25 Januari 2022 - 10:42 WITA

Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu Gelar Aksi Damai Minta Edy Mulyadi Cs Ditangkap

25 Januari 2022 - 10:17 WITA

Gubernur dan Bupati Jajal Sirkuit Balap Bumi Rahayu

25 Januari 2022 - 10:14 WITA

FKUI Yakin Pemerintah Berikan Solusi

24 Januari 2022 - 20:56 WITA

Diapresiasi Pemerintah, YFKAB Fokus Tiga Pilar

24 Januari 2022 - 18:31 WITA

Pimpin Apel, Wagub Tekankan ASN Junjung Nilai Baik dan Positif

24 Januari 2022 - 16:55 WITA

Trending di Daerah