TARAKAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tarakan mulai mendistribusikan Zakat kepada penerima atau mustahiq di wilayah Kota Tarakan. Adapun distribusi dimulai dari beras sebanyak 800 sak. Sementara untuk jumlah penerima tahun ini sebanyak 10.000 mustahiq.
Ketua Pelaksana BAZNAS Tarakan Syamsi Sarman mengatakan, membayar zakat tidak harus di hari terkahir akan tetapi bisa dilakukan sejak 1 Ramadhan.
“Kita sudah mulai mendistribusikan kalau zakat lambat kami juga, kalau sudah punya uang tolong zakatnya dipercepat jadi kami cepat menyalurkan,” ujar Syamsi Sarman, Jumat (28/3/2025).



Sampai 27 Maret 2025, zakat yang terkumpul di BAZNAS Tarakan baru mencapai total Rp 794.216.629 terdiri dari Zakat Fitrah Rp 225.958.000, Zakat Mal Rp 389.933.795,25, infaq dan sedekah Rp 178.324.896,76.





“Terbanyak dari zakat fitrah dan zakat harta,” katanya.




Khusus di bulan Ramadhan 1446 Hijiriah tahun ini, BAZNAS Tarakan menargetkan penerimaan zakat mencapai Rp 4 Milliar dan masih optimis bisa tercapai dengan sisa waktu sebelum malam lebaran.


“Kami masih optimis bisa tercapai masih ada waktu 2, 3 hari dan ada 60 masjid (UPZ) belum setor zakat ke BAZNAS Tarakan, biasanya masjid dan 20 outlet terakhir menyetorkan pada malam lebaran saya yakin sama seperti tahun lalu Rp 3,8 milliar,” ungkapnya.



Syamsi Sarman menambahkan, masyarakat saat ini lebih banyak memilih membayar zakat melalui outlet dibandingkan ke kantor BAZNAS karena lebih mudah dan lebih dekat aksesnya.


“Pembayaran zakat di outlet cukup banyak diminati masyarakat untuk berzakat dibandingkan ke kantor BAZNAS Tarakan karena lebih enak, titik outlet paling banyak penerimaannya yakni paling ramai populasinya seperti ATM, Ramayana, STB dan Setia Budi,” pungkasnya. (ary/Ika)

