BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempertegas komitmennya dalam mewujudkan ketersediaan air bersih yang sehat dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kawasan permukiman di wilayah perbukitan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan perencanaan jangka panjang serta pembenahan infrastruktur air bersih secara menyeluruh.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Balikpapan dan PT Arsari Tirta Pradana terkait perencanaan penyediaan air bersih di Kota Balikpapan. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperkuat rencana penyediaan air baku seiring dengan pertumbuhan kota yang terus meningkat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjawab tantangan keterbatasan air baku, Pemkot Balikpapan mendorong sejumlah program strategis, di antaranya pengadaan dan pembangunan Embung Aji Raden, optimalisasi Bendungan Sepaku Semoy, serta pemanfaatan Sungai Mahakam melalui kerja sama dengan PT Arsari Tirta Pradana yang dilaksanakan bersama Perumda Tirta Manuntung. Seluruh program tersebut dirancang untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat.
Selain penguatan sumber air baku, pemerintah kota juga fokus pada pembenahan infrastruktur distribusi air melalui program peremajaan pipa Perumda Tirta Manuntung. Pemerintah mengakui bahwa salah satu kendala utama selama ini adalah kondisi pipa distribusi yang telah berusia puluhan tahun, bahkan lebih dari 30 tahun, dan belum pernah diperbarui secara menyeluruh.
“Kondisi pipa PDAM kita sudah sangat tua. Banyak yang umurnya puluhan tahun dan belum pernah diganti. Hal ini menyebabkan tingkat kebocoran air sangat tinggi sehingga banyak air yang terbuang,” disampaikan pemerintah kota. Oleh karena itu, melalui instruksi langsung kepada Direksi Perumda Tirta Manuntung, seluruh pipa yang telah melewati usia teknis diwajibkan untuk diganti dengan pipa baru.
Program peremajaan pipa tersebut mulai dijalankan sejak tahun lalu dan terus dikebut secara bertahap. Pemkot Balikpapan menargetkan pada akhir tahun 2027 seluruh pipa lama telah tergantikan dengan pipa baru. Dengan sistem jaringan yang lebih baik, tekanan air diharapkan meningkat sehingga aliran air ke rumah-rumah warga menjadi lebih deras dan stabil, termasuk di kawasan perbukitan yang selama ini kerap mengalami kendala distribusi.
Melalui berbagai langkah strategis ini, Pemkot Balikpapan berharap pelayanan air bersih di Kota Balikpapan semakin optimal, merata, dan berkeadilan. Penyediaan air bersih tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas hidup serta pembangunan kota yang berkelanjutan.(oc)















Discussion about this post