TARAKAN – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Alam Kota Tarakan merayakan puncak hari ulang tahun yang ke-26 dengan konsep yang unik dan merakyat.
Mengingat situasi yang masih dalam suasana prihatin akibat musibah bencana di beberapa daerah, perayaan tahun ini dikemas secara santai dengan menghadirkan pertunjukan seni tradisional Kuda Lumping Turonggo Seto.
Direktur Utama PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa acara malam puncak ini tidak menggunakan anggaran internal PDAM sama sekali. Seluruh biaya kegiatan hingga hadiah berasal dari sumbangan sukarela (urunan) mitra perbankan dan vendor.
“Karena situasi saat ini masih dalam musibah bencana, HUT tahun ini kita kemas santai. Malam ini kita adakan kuda lumping. Luar biasa, door prize malam ini disponsori oleh bank dan vendor, ada hadiah utama kulkas hingga sepeda,” ujar Iwan.
Warga yang menonton kuda lumping berkesempatan mendapatkan hadiah tersebut dengan syarat yang kekinian. Pengunjung wajib mengikuti (follow) akun media sosial resmi PDAM Tarakan.
Tidak hanya tamu undangan, seluruh masyarakat yang hadir menyaksikan acara kuda lumping di halaman kantor PDAM Tarakan langsung mendapatkan satu kupon undian untuk satu orang.
Selain dukungan dari sponsor, dalam kegiatan ini PDAM Tarakan juga menghadirkan sejumlah UMKM di lokasi tanpa dipungut biaya atau gratis.
Di momen HUT Ke- 26 tahun ini, PDAM Tarakan terus berkomitmen akan terus meningkatkan dan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat secara maksimal.
Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja jajaran PDAM. Beliau mencatat sejarah perjalanan PDAM yang usianya bahkan lebih tua dari Kota Tarakan sendiri.
Walikota menyoroti transformasi signifikan dalam manajemen keuangan PDAM. Jika dulu PDAM identik dengan kerugian, kini perusahaan plat merah tersebut konsisten mencetak laba.
“Dulu laporannya selalu rugi, namun sekarang untung terus dan rutin menyetor dividen. Selama 5 tahun terakhir, total dividen yang disetor ke kas daerah mencapai Rp59 miliar,” ungkap dr. Khairul.
Meski prestasi keuangan gemilang, Walikota mengingatkan agar jajaran PDAM tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa tuntutan masyarakat akan air bersih tetap menjadi prioritas utama.
“Saya sering terima laporan warga soal aliran kecil dan langsung saya teruskan ke Dirut. Respon tim lapangan sekarang sudah cukup cepat. Seringkali masalahnya hanya hal teknis seperti stop kran yang tertutup,” tambahnya.
Walikota juga menghimbau masyarakat untuk mendukung keberlangsungan PDAM dengan cara membayar tagihan tepat waktu setiap bulan. Melapor melalui jalur resmi jika ada kendala teknis, bukan hanya mengeluh di media sosial.
“Apapun itu, saya kira kinerja jajaran PDAM selama 26 tahun ini semakin bagus. Yang utama adalah terus memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat Tarakan,” tutup dr. Khairul. (**)















Discussion about this post