TARAKAN, Fokusborneo.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum (PDAM) Tirta Alam Kota Tarakan terus melakukan terobosan besar dalam meningkatkan pelayanan publik.
Setelah sukses mendigitalisasi sistem manajemen dan keuangan secara real-time, kini giliran sistem produksi dan distribusi yang beralih ke teknologi digital melalui sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).
Direktur Utama PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, mengungkapkan seluruh operasional produksi kini dapat dikontrol langsung dari kantor pusat PDAM di Kampung Bugis.
Salah satu poin penting dalam transformasi ini adalah kemandirian finansial perusahaan. Iwan menegaskan bahwa seluruh pengembangan teknologi ini murni dibiayai dari anggaran internal PDAM.
”Program ini semua dibiayai secara mandiri dari anggaran PDAM tanpa membebani APBD Kota Tarakan,” tegas Iwan Setiawan, Senin (5/1/25).
Proses migrasi dari sistem analog ke digital ini bukan merupakan hasil instan. Dibutuhkan konsistensi selama lima tahun untuk mengganti seluruh infrastruktur lama, mulai dari meteran hingga sistem perpompaan.
“Seluruh meteran dan pompa yang dulunya analog kini telah diganti menjadi perangkat digital yang mampu mengirim data secara otomatis,” tambahnya.
Melalui sistem SCADA, kata Iwan, petugas dapat memantau debit air, tekanan, hingga kendala teknis secara langsung tanpa harus ke lapangan terlebih dahulu.
“Digitalisasi ini meminimalisir kesalahan manusia (human error) dan mempercepat respons terhadap gangguan distribusi,” bebernya.
Mengingat ke belakang, Iwan mengaku pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim. Ia bersyukur visi modernisasi yang dulunya dianggap sekadar mimpi, kini telah tegak berdiri dan beroperasi.
”Dulu kami hanya bermimpi PDAM bisa seperti ini, sekarang dengan kerja keras semua bisa terwujud. Mudah-mudahan kerja keras ini ke depan menjadi berkah bagi semua masyarakat Tarakan,” ungkapnya.
Mengenai besaran anggaran, Iwan menjelaskan bahwa investasi ini dilakukan secara bertahap.
Meskipun tidak merinci angka pasti hingga miliaran rupiah, ia menekankan bahwa fokus utama adalah keberlanjutan pembangunan infrastruktur digital yang kokoh selama lima tahun terakhir demi pelayanan prima.(*/mt)















Discussion about this post