TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, memimpin langsung kegiatan intensifikasi pengawasan pangan di kawasan Jl. Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sebengkok, pada Selasa (3/3/2026) sore. Pemeriksaan ini dilakukan guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H.
Bersama Kepala Balai POM di Tarakan dan tim, pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 16.00 Wita ini menyasar berbagai jenis kudapan buka puasa (takjil) yang dijajakan oleh para pelaku UMKM.
Dalam tinjauan tersebut, petugas mengambil sekitar 20 sampel makanan untuk dilakukan uji cepat (rapid test) di tempat. Fokus pengujian meliputi empat bahan kimia berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yakni, Formalin (Pengawet),.Boraks (Pengenyal)
Rhodamin B (Pewarna merah tekstil), dan Metanil Yellow (Pewarna kuning tekstil).
“Alhamdulillah, dari sampling yang dilakukan hari ini, hasilnya menunjukkan semua makanan aman. Tidak ditemukan kandungan formalin, boraks, maupun pewarna tekstil,” ujar dr. Khairul di sela-sela peninjauan.
Walikota menekankan pentingnya pengawasan ini karena zat seperti metanil yellow adalah pewarna pakaian yang sangat berbahaya jika masuk ke tubuh manusia. “Bayangkan kalau dikonsumsi terus-menerus selama sebulan, itu bisa merusak organ tubuh seperti ginjal dan hati. Inilah bentuk kehadiran negara untuk memastikan apa yang masuk ke mulut masyarakat itu aman,” tegasnya.
Selain kandungan bahan kimia, Wali Kota juga memuji peningkatan standar kebersihan para pedagang. Menurutnya, penyajian takjil saat ini jauh lebih higienis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena sudah banyak yang menggunakan kemasan yang tertutup rapi.
Namun, ia juga memberikan catatan kecil terkait porsi penjualan. Beliau menyarankan agar pedagang menyediakan pilihan porsi yang lebih bervariasi agar masyarakat dapat membeli sesuai kebutuhan dan kemampuan kantong masing-masing.
Kegiatan serupa dipastikan tidak hanya berhenti di Sebengkok, namun akan menyasar titik keramaian lainnya seperti kawasan Markoni. dr. Khairul juga menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan tahap quality control lanjutan, setelah sebelumnya Dinas Kesehatan melalui Puskesmas juga rutin melakukan pemantauan sejak awal Ramadan.
“Kepada para pedagang dan produsen takjil, kami imbau untuk mempertahankan prestasi ini. Jangan gunakan bahan berbahaya demi mencari keuntungan sesaat, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat kita semua,” pungkasnya. (**)














Discussion about this post