TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) mempercepat perbaikan jalan rusak di berbagai ruas kabupaten.
Pengerjaan dimulai sejak akhir tahun lalu untuk memastikan akses masyarakat tetap aman dan lancar menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kami mulai dari Natal dan Tahun Baru. Fokus pertama ke Seputuk, karena di sana banyak warga non-Muslim. Jalan tanah dari Kilo 6 sampai Seputuk sudah kami perbaiki dengan alat kami sendiri. Target sebelum Nataru tercapai, Alhamdulillah,” ujar Punjul, Kabid Bina Marga.
Setelah Nataru, fokus perbaikan dialihkan ke ruas jalan poros Bebatu. Punjul menjelaskan, terdapat sekitar 29 titik jalan yang rusak parah dan perlu penanganan segera.
“Kami timbun pakai tanah pilihan agar jalan lebih keras dan aman dilalui. Saat Ramadhan, akses ke Bebatu sudah lancar dan nyaman,” katanya.
Pengerjaan dilakukan sejak pertengahan Januari, dengan penggeseran alat berat ke lokasi-lokasi kritis.
“Sebelum Ramadhan, kami sudah tarik alat dari Seputuk ke Bebatu. Kami maintenance sementara dan menutup lubang-lubang parah. Targetnya Ramadhan akses jalan ke Bebatu sudah bagus, dan Alhamdulillah tercapai,” tambah Punjul.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di ruas Pelabuhan Ferry hingga Simpang Seludow, termasuk jalan bergelombang akibat muatan truk sawit.
Punjul menekankan, jalur ini sangat strategis karena dilewati banyak kendaraan masyarakat. Jalan yang rusak parah ditangani dengan agregat, sementara lubang kecil di aspal ditutup sementara menggunakan semen karena stok aspal dingin masih terbatas.
“Kendalanya memang truk sawit yang melewati jalan setiap hari. Tapi sebelum Idul Fitri, jalur ini sudah bagus. Semua lubang-lubang parah sudah kami tutup,” jelas Punjul.
Di Kapuak, satu titik simpangan rusak juga sudah diperbaiki. Punjul menjelaskan, titik-titik kritis di Pelabuhan Nusantara ditangani dengan agregat atau beton bertulang untuk hasil yang lebih tahan lama.
Pemeliharaan berkala juga disiapkan dengan anggaran sekitar Rp 2,3 miliar, khususnya untuk ruas dari Sebawang hingga simpang Pelabuhan Nusantara.
Untuk jangka menengah, pemerintah kabupaten menargetkan pengaspalan overlay penuh sampai Simpang Seludow, termasuk ruas depan Kodim.
Punjul menyebutkan, langkah pengerjaan bertahap dilakukan mulai dari penutupan lubang parah, cor beton, hingga overlay aspal.
“Yang penting, saat Lebaran, akses utama sudah aman. Pekerjaan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap supaya jalan lebih tahan lama,” ujarnya.
Selama proses perbaikan, sistem buka-tutup jalan diterapkan agar masyarakat tetap bisa melintas. Punjul menambahkan, alat berat akan terus digeser ke lokasi kritis lain sesuai progres perbaikan.
“Sementara ini kami fokus menutup lubang parah dulu, agar transportasi masyarakat tetap lancar. Jalan-jalan yang sudah diperbaiki pun akan tetap dimonitor sampai Lebaran,” jelasnya.
Perbaikan jalan di Tana Tidung mencakup berbagai metode, mulai dari timbunan tanah, agregat, cor beton, hingga overlay aspal. Metode ini disesuaikan dengan kondisi jalan dan tingkat kerusakan.
Punjul menekankan, perbaikan bertahap ini merupakan bagian dari program multi-kegiatan Bupati Tana Tidung untuk meningkatkan akses dan transportasi masyarakat.
“Intinya, sebelum Idul Fitri, semua jalan utama sampai Sesayap sudah aman. Kami pastikan lubang-lubang besar tertutup dulu, dan perbaikan jangka panjang akan dilakukan setelah itu. Dengan begitu, masyarakat bisa melewati jalur-jalur strategis dengan aman,” pungkasnya. (*/hr)
















Discussion about this post