MAKASSAR, Fokusborneo.com – Peluang besar investasi sektor pangan di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi sorotan utama yang ditawarkan Gubernur Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI digelar di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3).
Di hadapan Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar serta para pengusaha, Gubernur Zainal menegaskan bahwa tingginya kebutuhan pangan di Kaltara yang belum terpenuhi justru menjadi potensi ekonomi yang menjanjikan.
Salah satu contoh disampaikan pada sektor peternakan di Kabupaten Bulungan. Produksi telur lokal saat ini baru mencapai 2.100 ton per tahun, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 25.000 ton per tahun.
“Selisih ini adalah peluang nyata. Kami mengajak saudagar membangun industri peternakan dan pakan di Kaltara. Konsumsinya sudah ada, lahannya tersedia,” ujar Zainal.
Selain sektor pangan, Zainal juga menyoroti keunggulan geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Dibukanya jalur feri internasional Tawau–Tarakan turut membuka peluang pengembangan perdagangan dan pariwisata lintas batas.
Dengan panjang perbatasan mencapai 1.029 kilometer, Kaltara memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang ekonomi menuju Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam.
Menurutnya, sektor logistik dan jasa lintas negara juga sangat prospektif seiring meningkatnya mobilitas di kawasan perbatasan.
“Membangun ekonomi perbatasan adalah kerja keras dan integritas. Kami di Kaltara siap menjadi mitra strategis bagi para saudagar untuk tumbuh bersama di beranda depan nusantara,” pungkasnya. (dkisp)













Discussion about this post