TARAKAN – Memasuki H-2 puncak arus mudik Lebaran 2026, Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Tarakan tetap kondusif dan terkendali. Hal ini disampaikan dalam keterangan resminya terkait perkembangan Operasi Ketupat yang telah berjalan selama tujuh hari.
AKBP Erwin mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas masyarakat secara signifikan di titik-titik vital seperti Pelabuhan Malundung dan Bandara Juwata. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian telah memperkuat personel serta sarana prasarana di pos-pos pengamanan.
Salah satu capaian menonjol di awal operasi tahun ini adalah keberhasilan Polres Tarakan dalam mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu jaringan antarnegara di Pelabuhan Malundung.
”Ini menjadi tugas kami untuk mencegah agar tidak terjadi peningkatan kriminalitas. Kami belajar dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya untuk menekan angka pencurian dan kecelakaan lalu lintas,” ujar AKBP Erwin.
Menyambut malam takbiran, Polres Tarakan bersinergi dengan Pemerintah Kota Tarakan, TNI, dan stakeholder terkait untuk mengamankan jalannya pawai. Sebanyak 186 personel Polri akan disiagakan di berbagai persimpangan dan rute pawai.
Ada beberapa poin penting yang ditekankan Kapolres terkait pelaksanaan malam takbiran, tahun ini terdapat perubahan rute pawai (kebalikan dari rute tahun lalu), sehingga rekayasa lalu lintas akan diberlakukan.
”Masyarakat dihimbau untuk tidak memarkirkan kendaraan pribadi di bahu jalan yang menjadi rute pawai agar tidak menghambat arus,” sambungnya.
Sesuai kebijakan Wali Kota, pawai hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat ke atas. Roda dua dan pejalan kaki dilarang ikut serta demi faktor keselamatan.
Sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat yang melakukan mudik, Polres Tarakan dan Polsek jajaran membuka layanan penitipan kendaraan bermotor secara gratis. Hingga H-2, tercatat sudah ada sekitar 30 unit kendaraan yang dititipkan oleh warga.
”Kami menjaga amanah masyarakat yang menitipkan kendaraannya di kantor polisi hingga mereka kembali dari mudik. Syaratnya cukup mudah, hanya perlu melampirkan KTP, surat kendaraan, dan menyerahkan kunci,” jelas Kapolres.
Pasca lebaran, fokus pengamanan akan bergeser ke objek-objek wisata dan pusat perbelanjaan. Pos-pos pantau telah disiapkan di titik rawan macet, rawan laka lantas, serta area yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas seperti pencurian.
Kapolres berharap dengan kesiapan seluruh personel dan dukungan masyarakat, perayaan Idul Fitri 2026 di Kota Tarakan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh khidmat. (**)














Discussion about this post