TARAKAN, Fokusborneo.com – Suasana penuh kehangatan mewarnai pertemuan para tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Kegiatan silaturahmi temu kangen di Hotel Galaxy, Kota Tarakan, Sabtu (4/4/26).
Acara yang mengusung tema “Refleksi Merawat Historis, Menjaga Solidaritas Pejuang Kaltara” ini menjadi ajang nostalgia sekaligus konsolidasi gagasan bagi para tokoh yang dulu berjibaku memperjuangkan berdirinya Bumi Benuanta.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Malinau dua periode, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., yang juga merupakan mantan Ketua KNPI Malinau era perjuangan Kaltara.
Dalam penyampaiannya, Wempi mengenang kembali masa-masa sulit saat pergerakan pembentukan provinsi ke-34 tersebut dimulai.
”Kaltara adalah sebuah perjalanan panjang. Semua yang ada di ruangan ini memiliki peran pada masa yang berbeda-beda. Ada yang bertugas mengumpulkan berkas, mencari donatur, menyiapkan konsep, hingga membawa spanduk di jalanan. Kita berjuang tanpa memikirkan akan jadi apa atau mendapat apa nanti,” ujar Wempi.
Wempi menekankan lahirnya Kaltara melalui proses kehendak yang luar biasa, karena sempat melewati batas waktu yang seharusnya. Oleh karena itu, ia mengingatkan perjuangan belum selesai, terutama dalam memastikan amanah undang-undang terkait pembangunan ibu kota provinsi dapat tuntas sepenuhnya.
Sebagai tokoh yang besar dari organisasi kepemudaan, Wempi juga memberikan pesan kuat mengenai persatuan pemuda.
Ia mencontohkan bagaimana KNPI di Malinau tetap terjaga soliditasnya dan tidak terpecah belah meskipun dinamika organisasi di tingkat pusat sering kali mengalami dualisme.
”KNPI tetap saya cintai selama-lamanya. Di Malinau, KNPI tidak boleh ada dua, harus satu. Kalau di pusat rusak, jangan kita di Kaltara ikut dirusak. Anak muda harus bersatu, karena kalau pemuda terbelah, maka kehancuran akan tiba,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wempi mengajak seluruh alumni KNPI untuk terus mengawal jalannya pemerintahan di seluruh kabupaten/kota di Kaltara. Ia menekankan pentingnya komunikasi antar-pemimpin daerah demi menjaga keselarasan pembangunan.
”Kaltara ini tanggung jawab kita bersama. Yuk, sama-sama kita bantu pemerintah di semua kabupaten dan kota. Saya terus berkomunikasi baik dengan Bupati Nunukan, Bupati Bulungan, dan Wali Kota Tarakan agar hati dan pikiran kita tetap lurus seperti saat kita berjuang bersama dulu,” tambahnya.
Wempi mengusulkan agar pertemuan serupa dapat dilaksanakan secara bergilir di kabupaten lain, dan ia menyatakan kesiapan Kabupaten Malinau untuk menjadi tuan rumah berikutnya.
”Kita perlu terus duduk bersama, bukan hanya untuk nostalgia, tapi untuk mencari solusi dan kontribusi nyata bagi masa depan Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan diskusi santai bersama para tokoh pemuda yang kini telah berdiaspora di berbagai lini profesi, mulai dari pejabat pemerintahan, politisi, hingga pengusaha sukses di Kaltara.(*/mt)














Discussion about this post