• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Pedagang Ayam Pasar Tenguyun Merugi Akibat Isu Hoaks Flu Burung H5N1

by Redaksi
23/04/2026
in Daerah, Ekonomi
A A
Pedagang Ayam Pasar Tenguyun Merugi Akibat Isu Hoaks Flu Burung H5N1

Pedagang ayam potong Pasar Tenguyun, Yustan. Foto: Fokusborneo.com

TARAKAN, Fokusborneo.com – Para pedagang ayam pedaging di Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher, Tarakan, mengeluhkan sepinya pembeli akibat beredarnya informasi liar (hoaks) terkait temuan virus Flu Burung H5N1.

Narasi yang tersebar di media sosial dan grup WhatsApp tersebut berisi larangan bagi masyarakat untuk mengunjungi pasar karena adanya ancaman virus tersebut.

Baca Juga

Sushi Ten Blue Sky Hotel Balikpapan Hadirkan Sensasi All You Can Eat Premium

Ketum JMSI Pusat Resmi Lantik Pengurus JMSI Papua Barat

Elnusa Umumkan Rencana Buyback Saham, Perkuat Nilai Pemegang Saham dan Optimisme terhadap Prospek Usaha

Gandeng LS Dekor dan Queen Bridal, Blue Sky Hotel Tampilkan Wedding Mewah di GRWT 2026

​​Yustan, salah satu pedagang ayam di Pasar Tenguyun, menyatakan informasi yang beredar sejak kemarin (22/4/26) tersebut, sangat memukul omzet para pedagang.

Menurutnya, narasi yang beredar menyebutkan adanya pengambilan sampel pada 14 April 2026 yang menunjukkan hasil positif. Namun, Yusran membantah keras klaim tersebut.

​”Sangat berpengaruh sekali. Informasi itu tidak jelas dan merusak. Saya sudah tanya teman-teman, tidak ada pengambilan sampel dari Dinas Kesehatan atau instansi terkait selama setahun terakhir ini,” ujar Yustan, Kamis (23/4/26).

​Yustan menjelaskan, prosedur biasanya jika ada pemeriksaan kesehatan hewan, petugas akan memberikan surat hasil uji sampel kepada masing-masing pedagang.

“Biasanya kalau ada sampel, kami dikasih surat hasilnya. Ini tidak ada sama sekali. Makanya kami kaget kenapa tiba-tiba ada isu seperti itu,” tambahnya.

​​Sementara itu, kondisi di pasar terpantau sangat lengang dari aktivitas jual-beli ayam. Yustan mengungkapkan biasanya pada jam 09.00 pagi, stok ayamnya sebanyak 30 hingga 40 ekor sudah habis terjual. Namun, hingga berita ini diturunkan, stok yang ia potong bahkan belum bergerak.

​”Tadi saya hanya potong 20 ekor, itu pun belum ada yang laku. Hanya langganan saja yang ambil sedikit, itu pun mereka mengantisipasi karena takut. Pembeli umum sama sekali tidak ada yang datang,” keluh Yustan.

​Jika kondisi ini berlanjut, pedagang terpaksa menyimpan stok ayam di dalam pembeku (freezer). Hal ini tentu merugikan karena harga ayam beku biasanya lebih rendah dibandingkan ayam segar, belum lagi biaya operasional listrik yang harus dikeluarkan.

​Meski isu tersebut meluas, beberapa warga tetap memilih untuk berbelanja meski dengan rasa waswas. Sekar, salah satu pembeli, mengaku sempat ragu setelah melihat status WhatsApp temannya.

​”Sempat ragu mau beli ayam karena ada kabar flu burung di Pasar Gusher dan Tenguyun. Tapi setelah tahu itu tidak benar, ya saya beli saja karena anak-anak di rumah senangnya makan ayam goreng,” kata Sekar.

​Senada dengan Sekar, Ibu Santi, pembeli lainnya, menganggap isu tersebut hanyalah fitnah yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab. “Saya tidak terpengaruh, harga juga masih normal sekitar Rp48.000 per ekor bersih,” ungkapnya.

​Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dikabarkan telah memberikan klarifikasi bahwa informasi terkait wabah flu burung tersebut tidak benar.

Para pedagang berharap pemerintah dan aparat segera menindak tegas penyebar hoaks tersebut dan melakukan klarifikasi menyeluruh agar kepercayaan masyarakat untuk kembali berbelanja ke pasar pulih kembali.

​​”Kami berharap informasi liar itu segera dihapuskan dan diklarifikasi supaya masyarakat tidak takut lagi. Kasihan kami penjual ayam dan pedagang makanan lainnya yang ikut terdampak,” tutup Yusran.(*/mt)

Tags: Flu BurungH5N1Headlinepasar TenguyunPedagang AyamYustan

Berita Lainnya

Ekonomi

Sushi Ten Blue Sky Hotel Balikpapan Hadirkan Sensasi All You Can Eat Premium

1 Agustus 2026 20:29
Daerah

Ketum JMSI Pusat Resmi Lantik Pengurus JMSI Papua Barat

1 Agustus 2026 16:00
Ekonomi

Elnusa Umumkan Rencana Buyback Saham, Perkuat Nilai Pemegang Saham dan Optimisme terhadap Prospek Usaha

1 Agustus 2026 15:45
Ekonomi

Gandeng LS Dekor dan Queen Bridal, Blue Sky Hotel Tampilkan Wedding Mewah di GRWT 2026

1 Agustus 2026 15:20
Jembatan Garuda Seludau Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah
Daerah

Jembatan Garuda Seludau Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

1 Agustus 2026 12:45
Daerah

Sekda Tarakan Abd. Azis Hasan Tekankan ASN Kerja Berbasis Target

1 Agustus 2026 11:16
Next Post
Isu Flu Burung, Pengusaha Jamin Ayam Potong di Tarakan Aman Dikonsumsi

Isu Flu Burung, Pengusaha Jamin Ayam Potong di Tarakan Aman Dikonsumsi

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi

DPRD Tarakan Menilai Videotron Punya Potensi Tambah PAD 

Gaduh Surat Dinkes soal Flu Burung, DPRD Tarakan: Itu Prosedur Rutin, Bukan Keadaan Darurat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langsung Diserbu Pencaker, PT PRI Sediakan 13 Posisi Strategis di Job Fair Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ibrahim Ali Antar Kepala Desa Sambungan ke Peristirahatan Terakhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Pengadilan Tinggi, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Tarakan Abd. Azis Hasan Tekankan ASN Kerja Berbasis Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Hakim Konstitusi Tinjau Kawasan Yudikatif IKN, Progres Gedung MK Capai 12,41 Persen

2 Agustus 2026 20:12

Sambut HUT Ke-81 RI, Polresta Bulungan Hadiri dan Amankan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih di Taman Budaya Tanjung Palas

2 Agustus 2026 15:45
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP