TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan menjadi dua aspek yang terus dipantau Pemerintah Kabupaten Tana Tidung sebagai bagian dari upaya menekan laju inflasi daerah.
Isu tersebut kembali menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (15/6/2026).
Rapat tersebut diikuti Wakil Bupati Tana Tidung Sabri bersama jajaran pemerintah daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten I, hingga sejumlah kepala perangkat daerah yang membidangi perencanaan, perdagangan, pertanian, ketahanan pangan, dan statistik. Perwakilan kepolisian juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, mengatakan pengendalian inflasi menjadi salah satu agenda yang terus mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, stabilitas harga pangan perlu dijaga agar tidak menimbulkan tekanan terhadap daya beli warga.
“Pengendalian inflasi harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama terkait kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Sabri.
Dalam rakor tersebut, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Pemantauan kondisi pasokan dan distribusi juga menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas harga di daerah.
Selain membahas inflasi, pertemuan itu juga menyinggung persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Pendataan tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Sabri menilai ketersediaan data yang akurat akan membantu pemerintah dalam membaca perkembangan ekonomi daerah, termasuk pertumbuhan sektor usaha dan potensi ekonomi masyarakat.
“Data yang akurat sangat dibutuhkan agar program pembangunan dapat disusun sesuai kondisi dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Pembahasan lain yang turut mengemuka adalah rencana kolaborasi pemerintah daerah dengan TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng World Cup 2026. Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang promosi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Sabri, kegiatan yang melibatkan banyak warga berpotensi memberi manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) apabila dimanfaatkan secara optimal.
“Kegiatan yang menghadirkan masyarakat tentu bisa menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung akan menindaklanjuti berbagai arahan yang disampaikan pemerintah pusat, baik terkait pengendalian inflasi, dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, maupun upaya pemberdayaan UMKM.
“Arahan yang disampaikan pemerintah pusat akan menjadi perhatian kami untuk ditindaklanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan daerah,” tutup Sabri. (*)















Discussion about this post