TANA TIDUNG, Fokusborneo.com — Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial yang semakin kompleks, tantangan dalam membina karakter pun kian nyata.
Berbagai isu sosial yang berkembang di ruang publik maupun media sosial turut memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan nilai-nilai agama, budaya, dan moral sebagai fondasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung, H. Hamzah, S.Ag., MM, menilai peran penyuluh agama saat ini semakin penting. Mereka tidak hanya menyampaikan ajaran keagamaan, tetapi juga hadir sebagai pembimbing dan pendamping masyarakat dalam menghadapi berbagai dinamika sosial.
Menurutnya, penyuluh agama menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh aspek pembentukan karakter dan ketahanan keluarga.
“Penyuluh agama harus mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pendamping yang memberikan pemahaman keagamaan sekaligus membangun akhlak dan etika, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Hamzah menambahkan, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi penting agar masyarakat memiliki filter dalam menyikapi berbagai pengaruh yang berkembang di era digital.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab pembinaan moral tidak bisa hanya dibebankan kepada penyuluh agama. Peran pendidikan agama di lingkungan formal maupun nonformal juga sangat menentukan.
Melalui pembelajaran di sekolah, madrasah, rumah ibadah, hingga lembaga pendidikan keagamaan, nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan sikap saling menghormati dapat ditanamkan sejak dini secara berkelanjutan.
Sinergi antara penyuluh agama, lembaga pendidikan, dan keluarga, lanjutnya, menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang memiliki karakter kuat serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan generasi muda tetap memiliki pegangan nilai yang kokoh di tengah dinamika perkembangan global yang terus berubah.(**)













Discussion about this post