TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bulungan bersama Dinas Perikanan terus menggencarkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) melalui pelatihan pengolahan ikan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung TP PKK Kabupaten Bulungan, Jalan Kolonel Soetadji, Senin (27/7/2026), diikuti 45 peserta dari TP PKK Kecamatan Tanjung Selor, Tanjung Palas, dan Tanjung Palas Timur.
Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi menu yang bergizi, lezat, dan menarik. Upaya ini diharapkan mampu mendorong minat konsumsi ikan, terutama di kalangan anak-anak.
Baca Juga
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan, Martina Kilat, mengatakan pelatihan tahap III ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara TP PKK dan Dinas Perikanan dalam mendukung program Gemarikan.
Menurutnya, pelatihan kali ini didukung fasilitas yang lebih representatif dengan memanfaatkan dapur pengolahan milik TP PKK yang telah memenuhi standar.
“Kami bersyukur pelatihan kini dapat dilaksanakan di dapur pengolahan milik TP PKK yang sudah memenuhi standar. Fasilitas ini tidak hanya untuk olahan ikan, tetapi juga berbagai produk pangan lainnya,” ujarnya.
Martina menekankan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya nutrisi, seperti omega-3 dan DHA, yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak.
“Ikan merupakan sumber protein dengan harga relatif terjangkau, namun memiliki kualitas gizi yang sangat baik dan mampu bersaing dengan sumber protein lainnya,” katanya.
Ia menilai rendahnya minat anak mengonsumsi ikan salah satunya disebabkan oleh penyajian yang masih monoton. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai teknik pengolahan agar menu ikan lebih variatif dan menarik.
“Harapannya, ibu-ibu dapat berkreasi menghadirkan olahan ikan yang tidak hanya enak, tetapi juga menarik secara tampilan sehingga anak-anak lebih menyukainya,” jelasnya.
Martina juga mengapresiasi peran Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan yang konsisten mendukung kampanye Gemarikan hingga ke tingkat desa.
“Kolaborasi ini sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Gemarikan merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan melalui pemenuhan gizi yang optimal.
“Jika ingin melahirkan generasi bebas stunting, pencegahannya harus dimulai sejak persiapan kehamilan. Sementara bagi anak yang sudah mengalami stunting, perlu penanganan agar dampaknya tidak semakin berat,” tegasnya.
Ia berharap para kader TP PKK dan Posyandu dapat mengikuti pelatihan secara aktif serta menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif bertanya dan mempraktikkannya. Semoga menu ikan semakin sering hadir di meja makan keluarga,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syam Hendarsyah, mengakui rendahnya minat konsumsi ikan masih menjadi tantangan, bahkan di wilayah pesisir yang memiliki potensi perikanan melimpah.
“Anak-anak sekarang mulai kurang berminat mengonsumsi ikan. Ini menjadi ironi karena kita hidup di daerah dengan sumber daya perikanan yang sangat besar,” ujarnya.(**)











Discussion about this post