TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Perkuliahan perdana IAIN Tana Tidung ditargetkan mulai berjalan pada September 2027. Pada tahap awal, kegiatan akademik direncanakan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia sambil menyesuaikan kebutuhan ruang perkuliahan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tana Tidung, Uus Rusmanda, A.Ks., M.HP., mengatakan fasilitas awal dapat menggunakan gedung SMP Tunas Muda 2. Tiga ruangan telah disiapkan sebagai tempat kegiatan perkuliahan pada masa awal.
“Untuk awal kita bisa menggunakan fasilitas yang ada di SMP Tunas Muda 2. Ada tiga ruangan yang bisa dipakai. Jadi sambil prosesnya berjalan, perkuliahan bisa menggunakan fasilitas yang sudah tersedia,” kata Uus.
Pemanfaatan fasilitas sementara menjadi pilihan pada masa awal operasional. Jika kebutuhan ruang bertambah, penyesuaian dapat dilakukan sesuai jumlah mahasiswa dan kegiatan akademik.
Selain ruang yang tersedia, fasilitas lain juga telah dipersiapkan. Uus menyebut terdapat 48 ruang kelas dengan ukuran sekitar 4 x 7 meter yang dapat dimanfaatkan. Ruang tersebut masih memungkinkan dikembangkan apabila kebutuhan perkuliahan meningkat.
“Kalau nanti kebutuhan ruangnya bertambah, ruang yang ada masih bisa dikembangkan. Ukurannya sekitar empat kali tujuh meter, dan ada 48 ruang kelas. Jadi kapasitasnya masih bisa disesuaikan dengan perkembangan mahasiswa,” ujarnya.
Ketersediaan perguruan tinggi di Tana Tidung juga diproyeksikan membuka akses pendidikan bagi lulusan sekolah menengah dari wilayah sekitar. Potensi mahasiswa tidak hanya berasal dari Tana Tidung, tetapi juga daerah lain di Kalimantan Utara hingga wilayah terdekat seperti Berau.
Uus menyebut selama ini lulusan dari sejumlah daerah di Kaltara yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi keagamaan harus mencari kampus di luar daerah. Keberadaan IAIN di Tana Tidung diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi yang lebih dekat.
“Potensi mahasiswanya cukup banyak. Ada lulusan dari pesantren di Tarakan, Nunukan, Tana Tidung, kemudian lulusan SMA juga banyak. Selama ini kalau mau kuliah agama, ada yang harus keluar Kaltara, bahkan sampai ke Jawa. Berau juga cukup dekat dengan Tana Tidung,” tuturnya.
Aktivitas kampus juga diperkirakan memberi pengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar Sesayap. Kehadiran mahasiswa dan tenaga pengajar dari luar daerah berpotensi meningkatkan kebutuhan tempat tinggal, makanan serta jasa transportasi.
“Kalau nanti mahasiswa mulai datang, tentu ada kebutuhan kos-kosan, warung makan, kemudian ojek online dan kebutuhan lainnya. Jadi keberadaan kampus ini bisa membuat aktivitas ekonomi di Sesayap ikut bergerak,” katanya.
Koordinasi teknis dengan Kementerian Agama masih dilakukan, termasuk pembicaraan mengenai sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum kegiatan akademik dimulai. Pemkab juga menjadwalkan komunikasi dengan tim Kementerian Agama melalui pertemuan daring.
Uus mengatakan target September 2027 menjadi waktu yang dipersiapkan untuk memulai perkuliahan. Target itu tetap menyesuaikan tahapan yang harus dilalui bersama kementerian terkait.
“Targetnya September 2027 sudah bisa mulai kuliah. Memang prosesnya masih panjang dan ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan. Dalam waktu dekat juga ada Zoom dengan tim Kementerian Agama untuk membicarakan teknisnya, sehingga target September 2027 itu bisa dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya. (hr/*)















Discussion about this post