• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Ikan Kering Tipis, UKM RPI UBT Kenalkan Smart-Fish ke Nelayan Juata Laut

by Redaksi
11/09/2026
in Pendidikan
A A
Tingkatkan Kualitas Ikan Kering Tipis, UKM RPI UBT Kenalkan Smart-Fish ke Nelayan Juata Laut

Smart-Fish Ilustrasi AI

​TARAKAN, Fokusborneo.com – Komoditas olahan ikan kering tipis pepija atau yang kerap dikenal warga lokal sebagai ikan lembe merupakan salah satu potensi perikanan paling unggul dari pesisir Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Memiliki cita rasa yang khas serta tekstur renyah setelah dikeringkan, komoditas ini telah berhasil menembus dan memikat daya tarik pasar ekspor luar negeri. Namun, di balik besarnya potensi pasar internasional tersebut, para nelayan dan pengolah lokal selama ini terbentur realitas proses produksi di rantai hulu yang masih terikat pada cara-cara konvensional.

Baca Juga

Dilema Deforestasi dan Sawit di Kaltara, Tim Riset UBT Dorong Keselarasan Penegakan Hukum dan Ekonomis

Fasilitas Awal Disiapkan, IAIN Tana Tidung Target Kuliah 2027

Vamelia: Kewenangan Pendidikan Provinsi Masih Terbatas di Jenjang SMA

Dari Pesisir Kutai Kartanegara ke Amerika, Kisah Guru Binaan Program CSR PHM Raih Fulbright DAI

​Metode pengeringan ikan pepija yang mayoritas dilakukan di tempat terbuka di bawah terik matahari langsung menyimpan risiko ekonomi dan kualitas yang cukup kritis. Proses jemur terbuka membuat olahan ikan sangat rentan terpapar kotoran, debu jalanan, serta kontaminasi lalat yang hinggap untuk bertelur.

Apabila pembeli internasional (buyer) meninjau secara langsung rantai pasok di lapangan dan melihat proses pengeringan yang serba terbuka tersebut, citra higienitas produk dapat menurun secara drastis. Hal ini tidak hanya memicu penolakan standar mutu pasar ekspor, tetapi juga berpotensi besar menjatuhkan harga tawar produk di tingkat nelayan.

​Melihat urgensi ekonomi dan tantangan kualitas tersebut, tim mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset dan Penalaran Ilmiah (RPI) Universitas Borneo Tarakan (UBT) mengambil langkah nyata.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UBT saat melakukan uji coba teknologi Solar Dryer System. Foto: ist

Melalui alokasi pendanaan Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), mereka meluncurkan program berbasis pengabdian dan pengenalan teknologi tepat guna yang diberi nama Smart-Fish Juata.

​Reza Saputra Wahab, mahasiswa Universitas Borneo Tarakan sekaligus Ketua Tim Pelaksana Program Smart-Fish Juata, menjelaskan latar belakang serta perjuangan timnya dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat pesisir ini.

“Jadi program ini itu adalah bentuk lomba dari salah satu program Belmawa, atau Kemendiktisaintek yaitu PPK Ormawa Program Penguatan Kapasitas Ormawa. Jadi kami lewat UKM RPI UBT, Alhamdulillah tahun ini mengajukan proposal di danai program kami yang Smart-Fish Juata ini,” ujar Reza saat memaparkan programnya, Jumat (11/9/26).

Teknologi yang diperkenalkan tim UKM RPI UBT terletak pada penerapan teknologi Solar Dryer System yang diintegrasikan secara langsung dengan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Alat pengering ini dirancang khusus menggunakan konsep closed-system atau ruang pengering tertutup.

Berbeda dengan alat pengering mekanis konvensional yang mengandalkan elemen pemanas (heater) berdaya tinggi, Solar Dryer System ini memanfaatkan prinsip efisiensi efek rumah kaca.

Pengenalan teknologi Smart-Fish karya tim PPK Ormawa UKM RPI UBT. Foto: ist

​Material transparan pada struktur ruang pengering didesain untuk menangkap dan mengurung panas radiasi sinar matahari di dalam chamber pengering. Sementara itu, pasokan daya listrik dari Panel Surya (PLTS) difokuskan murni untuk menyuplai sirkulasi udara mekanis, seperti pengoperasian exhaust fan dan kipas blower.

Kipas-kipas ini bekerja menarik uap air dari hasil dehidrasi secara terus-menerus ke luar kabin. Dengan mekanisme ini, proses pengeringan ikan pepija dapat berjalan optimal tanpa memerlukan paparan langsung dari udara luar yang kotor.

​Keunggulan sistem ruang tertutup ini memberikan benteng penghalang fisik (physical barrier) yang tangguh. Pengolahan ikan terisolasi secara sempurna dari paparan debu, kotoran terbang, serta akses lalat.

Selain itu, produk juga terlindungi secara otomatis dari tetesan air hujan apabila cuaca tiba-tiba berubah mendung atau hujan deras, sehingga kualitas produk akhir menjadi stabil, seragam, dan higienis sesuai kelayakan konsumsi global.

​Guna memastikan teknologi ini benar-benar memberikan manfaat langsung dan tidak terbengkalai pascaprogram, tim PPK Ormawa UKM RPI UBT membentuk kelompok sasaran yang beranggotakan 20 orang nelayan dan pengolah ikan di Kelurahan Juata Laut. Pendekatan program tidak sekadar membagikan alat fisik, melainkan membangun ekosistem operasional yang komprehensif.

​Rangkaian kegiatan pemberdayaan meliputi pelatihan kelistrikan dasar PLTS, cara pembersihan panel surya agar daya serap matahari tetap optimal, hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembersihan chamber secara berkala. SOP ini penting diterapan agar sisa uap air dan material organik dari ikan tidak menimbulkan kelembapan berlebih yang berpotensi memicu timbulnya jamur atau korosi pada struktur alat.

Pemgenalan teknologi Smart-Fish karya tim PPK Ormawa UKM RPI UBT. Foto: ist

​Reza Saputra Wahab menambahkan tim pelaksana terus mendampingi para nelayan agar mampu secara mandiri merawat dan mengoperasikan perangkat tersebut.

“Tujuan utama kami adalah melatih kemandirian kelompok nelayan di Juata Laut. Kami tidak hanya datang membawa alat, tetapi juga menyusun SOP operasional dan pendampingan berkala. Harapannya, mereka mampu menguasai pemeliharaan alat secara mandiri sehingga produksi ikan pepija higienis ini bisa terus berjalan konsisten dalam jangka panjang,” jelas Reza.

​Meskipun sistem pengering tertutup berbasis PLTS ini telah terbukti efektif menjaga higienitas dan nilai jual olahan, kapasitas pengeringan alat yang ada saat ini masih berada di kisaran 30 kilogram per satu siklus pengeringan. Jumlah tersebut diakui masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan total volume hasil tangkapan dan produksi harian nelayan Juata Laut yang mencapai ratusan kilogram.

​Oleh karena itu, keberhasilan implementasi skala percontohan mahasiswa UBT ini diharapkan dapat menjadi stimulan awal untuk memantik perhatian serta dukungan nyata dari Pemerintah Kota Tarakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), maupun instansi terkait lainnya. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memfasilitasi pengadaan unit Solar Dryer System berskala industri yang lebih besar.

​Dengan replikasi teknologi tepat guna secara masif, produk ikan kering tipis pepija khas Tarakan tidak hanya terbebas dari stigma pengolahan kumuh, tetapi juga mampu mengamankan posisi tawar ekonomi nelayan lokal dan konsisten “naik kelas” menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia di panggung pasar internasional.(*/mt)

Tags: HeadlineIkan Kering Tipisjuata lautKemendiktisaintekNelayanOrmawaPepijaReza Saputra WahabSolar Dryer SystemUBTuniversitas borneo tarakan

Berita Lainnya

Dilema Deforestasi dan Sawit di Kaltara, Tim Riset UBT Dorong Keselarasan Penegakan Hukum dan Ekonomis
Pendidikan

Dilema Deforestasi dan Sawit di Kaltara, Tim Riset UBT Dorong Keselarasan Penegakan Hukum dan Ekonomis

11 September 2026 12:31
Daerah

Fasilitas Awal Disiapkan, IAIN Tana Tidung Target Kuliah 2027

11 September 2026 07:09
Parlemen

Vamelia: Kewenangan Pendidikan Provinsi Masih Terbatas di Jenjang SMA

10 September 2026 21:01
Energi

Dari Pesisir Kutai Kartanegara ke Amerika, Kisah Guru Binaan Program CSR PHM Raih Fulbright DAI

9 September 2026 18:50
Daerah

Lulusan S2 Dijaring untuk Penuhi Kebutuhan Dosen IAIN Tana Tidung

8 September 2026 12:26
Rekrutmen Guru ASN Disebut Capai 500 Ribu, Tana Tidung Siapkan Data
Daerah

Rekrutmen Guru ASN Disebut Capai 500 Ribu, Tana Tidung Siapkan Data

8 September 2026 12:17
Next Post
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

Dilema Deforestasi dan Sawit di Kaltara, Tim Riset UBT Dorong Keselarasan Penegakan Hukum dan Ekonomis

Dilema Deforestasi dan Sawit di Kaltara, Tim Riset UBT Dorong Keselarasan Penegakan Hukum dan Ekonomis

Patroli Udara Pantau Titik Karhutla, Otorita IKN: Padam Bukan Berarti Selesai

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Debit Air Baku Embung Binalatung Kritis, PDAM Tarakan Terapkan Gilir Aliran dan Bagi Air Gratis

    Debit Air Baku Embung Binalatung Kritis, PDAM Tarakan Terapkan Gilir Aliran dan Bagi Air Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebut Kaltara Gudangnya Sarang Burung Walet, Khofifah Dorong Pengusaha Bidik Pasar Ekspor Triliunan Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Bulungan Ungkap 12 Kasus Kriminal Periode Juli – Agustus, Kapolresta Tegaskan Ancaman Penadah Barang Curian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lulusan S2 Dijaring untuk Penuhi Kebutuhan Dosen IAIN Tana Tidung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Semarakkan HUT ke-28, DPD PAN Tarakan Gelar Jalan Santai dan Senam Sehat Bertabur Doorprize Sembako

Semarakkan HUT ke-28, DPD PAN Tarakan Gelar Jalan Santai dan Senam Sehat Bertabur Doorprize Sembako

11 September 2026 15:21

Dana Kemanusiaan PMI Kaltara Tembus Rp87,5 Juta untuk NTT

11 September 2026 15:14
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP