TARAKAN- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Kota Tarakan menyelenggarakan program Perpustakaan Keliling (Pusling) yang dikhususkan bagi Narapidana dan Anak Binaan bertempat di ruang kunjungan serbaguna, Jum’at (25/09).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak pembinaan intelektual khususnya dalam rangka peningkatan kualitas literasi sebagaimana tertuang pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Program Pusling diinisiasi oleh jajaran Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan melalui Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimaswat) yang melaksanakan fungsi pemasyarakatan di bidang pembinaan.
Ratusan orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam kelompok pondok pesantren Daarut Taubah serta kelompok Pramuka Anak Binaan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tercatat ada 200 lebih eksemplar buku bahan bacaan yang disediakan Tim Perpustakaan Kota yang terdiri dari Buku Agama, Motivasi hidup, Psikologi, Pertanian hingga Koleksi Novel Fiksi.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Pusling yang secara khusus menyasar WBP serta Anak Binaan.
“Kami berharap program Pusling dapat menjadi saran dalam membantu peningkatan literasi WBP serta berperan sebagai instrumen terkait penyelenggaraan Kerjasama Pembinaan dan Pembimbingan warga binaan dengan mitra Pemerintah Daerah melalui OPD terkait. Kami juga melihat antusiasme WBP dan Anak Binaan yang mengikuti program ini. Semoga terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan tentunya bebas biaya”, ucapnya.
Kegiatan Perpustakaan Keliling menjadi langkah implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1999 tentang Kerjasama Penyelenggaraan Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan serta 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia khususnya Proksi Nomor 11. (**)












Discussion about this post