TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Pelaksanaan Jambore CERIA 2026 di Kabupaten Tana Tidung mendapat apresiasi dari Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kementerian Pendidikan. Kegiatan yang mempertemukan guru dan insan pendidikan anak usia dini itu dinilai memiliki potensi untuk menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Direktur Guru PAUD dan PNF, Dr. Saiful Bari, S.Kom., M.Eng., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Bunda PAUD Tana Tidung atas terselenggaranya Jambore CERIA 2026.
Saiful berharap konsep Jambore CERIA yang dilaksanakan di Tana Tidung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya untuk menghadirkan kegiatan serupa sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.
Jambore CERIA 2026 berlangsung di Kabupaten Tana Tidung, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Pemkab Tana Tidung dalam memperkuat ekosistem pendidikan anak usia dini.
Bunda PAUD Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, mengatakan penguatan PAUD telah menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Upaya tersebut dimulai dengan memperluas akses pendidikan bagi anak usia dini hingga ke tingkat desa.
Sejumlah program kemudian dijalankan, mulai dari pembangunan satuan PAUD, pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan dukungan operasional, pelatihan guru hingga pemberian beasiswa bagi tenaga pendidik.
Hasilnya, akses PAUD di Kabupaten Tana Tidung mengalami peningkatan signifikan. Angka partisipasi akses PAUD yang pada 2021 berada di angka 59 persen meningkat menjadi 98,56 persen pada 2025.
Perbaikan juga terlihat dari sisi akreditasi. PAUD dengan akreditasi minimal B meningkat dari 39 persen menjadi 79 persen dalam periode yang sama.
Meski capaian tersebut cukup tinggi, Vamelia menegaskan peningkatan akses harus berjalan beriringan dengan pemerataan kualitas.
“Masih ada 13 PAUD di daerah kita yang akreditasi C. Kenyataan bahwa seluruh PAUD akreditasi C tersebut merupakan PAUD binaan desa,” ujarnya.
Kondisi itu menjadi perhatian karena sekitar 70 persen satuan PAUD di Tana Tidung merupakan PAUD binaan desa. Pemerintah daerah pun mengarahkan program berikutnya pada pemerataan mutu agar layanan PAUD di desa dan wilayah pusat memiliki kualitas yang semakin setara.
Salah satu program yang disiapkan adalah PAUD Model STEM. Empat PAUD di empat kecamatan akan dikembangkan sebagai satuan percontohan pembelajaran mendalam dengan pendekatan sains, teknologi, teknik dan matematika.
Pemkab Tana Tidung juga terus mendorong revitalisasi satuan pendidikan dan pembangunan PAUD baru. Dari 38 PAUD yang telah diverifikasi, 18 di antaranya dinyatakan lolos dalam program yang diajukan.
Dua usulan lainnya, yakni TK Negeri di Sesayap Hilir dan PAUD Desa di Sedulun, juga telah melalui proses verifikasi. Untuk TK Negeri Sesayap Hilir, proses dilanjutkan dengan bimbingan teknis dan penandatanganan kerja sama bersama Direktorat PAUD.
Penguatan pendidikan juga diarahkan melalui program Desa Peduli Pendidikan. Program ini mendorong pemerintah desa memberikan dukungan terhadap keberlangsungan PAUD, termasuk insentif guru, bantuan operasional serta pemenuhan sarana pendidikan.
“Walaupun saat ini kita di tengah kondisi efisiensi anggaran, insentif untuk guru PAUD dari desa, pencairan BOP Desa, dan pemenuhan sarana PAUD tetap dijadikan prioritas utama oleh para kepala desa,” kata Vamelia.
Menurutnya, sejumlah desa telah menunjukkan kepedulian melalui berbagai inovasi, seperti membangun gedung PAUD hingga menyediakan kendaraan operasional bagi guru.
Jambore CERIA menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru sekaligus memberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan PAUD.
Dalam penguatan literasi, Pemkab Tana Tidung juga menjalankan program CINTA BUDI (Cinta Buku Sejak Dini). Setiap PAUD didorong melakukan kunjungan rutin ke perpustakaan dan memperbanyak koleksi bacaan anak.
Gerakan Satu ASN Satu Buku yang dijalankan pemerintah daerah telah berhasil mengumpulkan 1.119 buku untuk mendukung literasi anak usia dini.
Mulai tahun ini, perkembangan kemampuan membaca dan menulis anak juga dipantau melalui aplikasi BUSAK PAUD. Program tersebut diharapkan membantu guru dan orang tua memahami perkembangan literasi anak sesuai tahapan usianya.
Vamelia berharap dukungan seluruh pihak terus diperkuat agar berbagai program tersebut dapat berjalan berkelanjutan.
“Kita ingin Kabupaten Tana Tidung menjadi daerah yang terdepan dalam mutu pendidikan anak usia dini di Indonesia,” pungkasnya.(**)















Discussion about this post