TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tana Tidung terus diperkuat melalui Program Sekolah Unggul Masuk Desa (SUMD) Universitas Negeri Malang (UM). Salah satu fokusnya adalah memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah agar mampu mengelola satuan pendidikan sesuai potensi dan karakter daerah.
Tim SUMD UM bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung melaksanakan tindak lanjut pembinaan dan penguatan kepemimpinan kepala sekolah selama tiga hari, 28-30 September 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Manajemen Kepemimpinan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal KTT” ini diikuti 33 peserta. Mereka terdiri dari kepala sekolah, guru, komite sekolah dari 10 sekolah pelaksana SUMD, serta pengawas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, S.H., menilai penguatan kepemimpinan sekolah harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang dimiliki daerah.
“Sekolah harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak, bukan hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga karakter dan pemahaman terhadap lingkungan serta budaya daerahnya,” kata Arman.
Menurutnya, penerapan kearifan lokal dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat dapat dikenalkan melalui lingkungan sekolah maupun proses pembelajaran.
Karena itu, Arman mendorong kepala sekolah dan seluruh unsur pendidikan untuk terus membangun lingkungan sekolah yang nyaman, tertata dan mencerminkan nilai-nilai positif masyarakat Tana Tidung.
Berdasarkan hasil pemantauan Tim SUMD UM, 10 sekolah pelaksana telah menunjukkan upaya yang cukup baik dalam menjalankan indikator program. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang membutuhkan penguatan.
Aspek tersebut meliputi penerapan nilai karakter dan kearifan lokal, penataan lingkungan serta keindahan sekolah, hingga pengembangan kemitraan dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya dan berbagai mitra potensial.
Arman menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan komite, masyarakat, tokoh adat, agama, budaya dan pihak lainnya sangat diperlukan agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi sekolah dan peserta didik,” ujarnya.
Ia berharap 10 sekolah pelaksana SUMD dapat berkembang menjadi sekolah rujukan sekaligus menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tana Tidung.
“Harapannya, 10 sekolah ini bisa menjadi pelopor. Bukan hanya dalam hal prestasi, tetapi juga dalam membangun budaya sekolah yang berkarakter dan sesuai dengan kearifan lokal Tana Tidung,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Media dan Sumber Belajar LPPP UM Dr. Ju Haryanto, M.M., M.Pd. dan Dosen Departemen Administrasi Pendidikan UM Dr. Ahmad Nurabadi, S.Pd., M.Pd.
Kolaborasi antara UM, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, sekolah, komite dan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, berkarakter dan tetap berakar pada kearifan lokal daerah.(**)















Discussion about this post