TARAKAN, Fokusborneo.com – Dinas Perikanan Kota Tarakan secara resmi telah merealisasikan penyaluran bantuan mesin kapal bagi para nelayan.
Bantuan ini merupakan wujud nyata penyerapan aspirasi masyarakat melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang diperjuangkan jajaran legislatif, salah satunya dari Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan, Hiyatul Rahman Cani.
Realisasi bantuan yang dibagikan ini mencakup total 40 unit mesin kapal yang diperuntukkan bagi empat kelompok nelayan di Kota Tarakan. Adapun rincian bantuan tersebut terdiri dari 20 unit mesin diesel dan 20 unit mesin ketinting.
Dalam teknis pembagiannya, bantuan ini disalurkan kepada kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 orang, dengan skema satu orang mendapatkan satu unit mesin.
Beberapa wilayah kelompok penerima manfaat tersebut meliputi kawasan Bone Indah, Pesisir Indah, Sinar Makassar, serta satu kelompok wilayah pesisir lainnya.
Politisi dari Fraksi Gerindra ini menjelaskan bantuan tersebut merupakan hasil reses tahun 2024 yang lalu. Kendati baru terealisasi pada tahun anggaran 2026 akibat adanya tenggang waktu dalam proses pengajuan ke pemerintah, ia bersyukur Dinas Perikanan Kota Tarakan menyambut baik dan menyetujui usulan tersebut.
Menurut Hiyatul, penyaluran mesin baru ini sangat mendesak dan dibutuhkan para nelayan tradisional di Kota Tarakan. Selama ini, banyak nelayan yang mengeluhkan kondisi mesin kapal mereka yang sudah berusia tua sehingga sering mengalami kerusakan atau macet ketika berada di tengah laut.
“Kalau mesin sudah tua, kadang macet. Mudah-mudahan dengan mereka memakai mesin baru, tidak ada kendala dalam transportasi ke laut dan akhirnya bisa membawa hasil tangkapan yang lebih banyak untuk menafkahi keluarga,” ujar Hiyatul Rahman, Jumat (2/10/26).

Ia menambahkan, kehadiran mesin baru ini tidak hanya mengatasi kendala teknis pelayaran, tetapi juga diyakini mampu meningkatkan keberanian nelayan untuk melaut lebih jauh.
Dengan performa mesin yang prima, jangkauan pencarian ikan dan udang para nelayan diyakini bisa lebih luas dari sebelumnya, sehingga tidak terbatas di sekitar perairan dekat saja.
Mengingat pentingnya sarana transportasi laut bagi profesi nelayan, Hiyatul mengibaratkan mesin kapal sama krusialnya dengan kendaraan di darat. Jika nelayan tidak memiliki mesin yang layak, maka mereka sama saja tidak memiliki sarana untuk mencari nafkah di lautan.
Melihat tingginya kebutuhan di lapangan di mana khusus wilayah pesisir pantai Tarakan saja terdapat sekitar 70 hingga 80 kelompok nelayan, Hiyatul berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi serupa setiap tahunnya.
Ke depan, DPRD Kota Tarakan bersama pemerintah akan terus mengupayakan penambahan alokasi bantuan, baik berupa mesin, jaring, maupun alat tangkap penunjang lainnya.
”Walaupun APBD kita makin menyusut, Pemerintah Kota Tarakan diharapkan bisa tetap menyisipkan sedikit anggaran untuk bantuan alat tangkap bagi nelayan-nelayan kita di Kota Tarakan,” pungkasnya.(**).












Discussion about this post