TARAKAN, Fokusborneo.com – Akses jalan utama di kawasan Pantai Amal Lama, Kota Tarakan, yang telah ditutup kurang lebih tiga bulan akibat penanganan batu bara terbakar, memicu gelombang keluhan dari warga setempat.
Penutupan jalur ini tidak sekadar menghambat mobilitas harian, tetapi juga menghantam sektor pariwisata lokal dan menurunkan omzet para pedagang kecil secara drastis.
Jubaidah, salah seorang warga RT 2 Pantai Amal, mengungkapkan bahwa warga terpaksa memutar lewat jalur alternatif seperti kawasan Karungan atau RT 4. Kendati demikian, pilihan tersebut tidak lantas menyelesaikan masalah.
Selain jarak tempuh yang jauh, jalur alternatif juga dikeluhkan karena banyaknya polisi tidur serta keterbatasan akses yang melarang kendaraan roda empat melintas dengan bebas.
“Sudah tiga bulan lebih kami menderita karena jalan ini ditutup. Mau lewat Karungan jaraknya jauh, lewat RT 4 jalurnya tidak nyaman bagi pengendara motor karena banyak polisi tidur. Belum lagi urusan izin lahan warga lain yang membuat jalur itu tidak bisa diandalkan sepenuhnya,” ujar Jubaidah, Selasa (27/10/26).
Dampak dari isolasi jalur ini langsung meruntuhkan denyut ekonomi di sentra wisata Pantai Amal Lama.
Jubaidah memperkirakan tingkat kunjungan wisatawan anjlok hingga 50 persen, terutama pada akhir pekan yang biasanya menjadi lumbung pendapatan bagi para pedagang makanan khas seperti kerang kapah, gorengan, dan es kelapa.
Pemilik rumah kos di sekitar kawasan pun turut cemas lantaran akses yang sulit mulai memengaruhi minat sewa para mahasiswa.
Kendati demikian, masyarakat menyambut positif rencana perbaikan melalui penimbunan jalan yang dinilai sebagai solusi paling mendesak.
Warga mendesak agar pemerintah dan pihak berwenang segera mempercepat proses pemulihan akses utama tersebut agar roda perekonomian dan mobilitas publik kembali normal.
“Kami sangat mendukung kalau jalan itu segera ditimbun dan dibuka lagi. Jangan sampai berlarut-larut, sebab semakin lama jalan dibiarkan tertutup, semakin parah pula kerugian yang harus ditanggung oleh pedagang dan warga di sini,” pungkasnya.












Discussion about this post