• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

New Norm, Momentum Recovery Perekonomian Kaltara

by Redaksi
17/06/2020
in Ekonomi
A A
New Norm, Momentum Recovery Perekonomian Kaltara

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Yufrizal memberikan cendramata kepada Gubernur Kaltara Irianto Lambrie usai Webinar dengan tema “New Norm: Momentum Recovery Perekonomian Kalimantan Utara” di Kantor BI Kaltara, Selasa (16/6). Foto : Istimewa

TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara menggelar Webinar dengan mengusung tema “New Norm: Momentum Recovery Perekonomian Kalimantan Utara”, Selasa (16/5/20).

Acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Ekonom Nasional dari Universitas Padjajaran Bandung, Profesor Arief Anshory Yusuf sekaligus bertindak sebagai narasumber di webinar kali ini.

Baca Juga

Kaltara Pacu Industri Hijau dan Digitalisasi Pangan Lewat BEF 2026

DPRD Kaltara Dorong BEF 2026 Lahirkan Kebijakan Ekonomi Berkelanjutan Sasar Kesejahteraan Rakyat

Lepas Ketergantungan Batubara, Bank Indonesia Paparkan Kemudi Baru Ekonomi Kaltara di BEF 2026

Gubernur Promosikan Potensi Investasi dan UMKM Kaltara di Apindo Expo 2026

Adapun untuk jumlah peserta pada acara kali ini mencapai angka 379 yang terdiri dari stakeholder utama Bank Indonesia Kalimantan Utara, akademisi, pengusaha, asosiasi, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Sustainable Growth Kaltara di Tengah Pandemi Covid-19

Ekonom Nasional Prof. Arief Anshory Yusuf mengatakan, pada tahun 2020 Kementerian Keuangan memproyeksikan perekonomian Indonesia akan berada pada rentang -0,4% – 2,1%. Adapun secara regional Kaltara masih mampu tumbuh sebesar 5,01% (yoy) pada triwulan I 2020 yang menjadikan Kaltara sebagai Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi di masa pandemi saat ini.
“Pandemi Covid-19 berpotensi mendisrupsi perekonomian Indonesia cukup dalam, terutama apabila kurva pandemi ini tidak bisa dibuat lebih landai sebelum akhir Juli 2020. Hal ini akan memungkinkan untuk membuat pertumbuhan berada pada angka negatif. Lebih lanjut, risiko adanya gelombang ke-2 dari covid-19 berpeluang untuk membuat resesi seperti Asian Financial Crisis pada tahun 1988 silam,” kata Arief.

Arief menjelaskan, adapun covid-19 ini jika dilihat dari sudut pandang yang positif, dapat memberikan beberapa manfaat bagi kita baik sebagai masyarakat maupun pemerintah. Manfaat yang dapat kita dapat antara lain adalah pandemi ini dapat membuka kelemahan-kelemahan sistem perlindungan sosial yang sudah dibangun selama 10 tahun terakhir. Selain itu dapat menguji kesiapan sektor-sektor tertentu untuk bertahan dan juga menjadi buffer dalam mitigasi krisis global.

“Dalam rangka penanganan covid-19, pemerintah memberikan stimulus fiskal sebesar Rp 405 triliun yang dibelanjakan untuk bantuan sosial, menambah pengeluaran pemerintah untuk bidang kesehatan, dan insentif untuk industri yang dibiayai oleh realokasi anggaran (pengeluaran pemerintah lainnya berkurang 7%) dengan defisit sebesar Rp75 triliun,” jelas Arief.

Arief menambahkan, Covid-19 berdampak terhadap PDRB provinsi di seluruh Indonesia namun nilainya bervariasi dari -1,2% di Papua sampai -7,5% di DKI Jakarta. Daerah dengan dampak terparah adalah daerah pusat industri labour-intensive dan daerah yang berbasis pariwisata. Selain itu, dampak kemiskinan terparah ada di Pulau Jawa, baik dalam proporsi maupun jumlah orang miskin

“Tantangan ke depan pemulihan ekonomi harus dikawal bukan hanya untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke jalurnya tetapi memperkuat keberlanjutannya (sustainable and inclusive),” tutur Arief.

 

Recovery Perekonomian Kaltara di Tengah Pandemi Covid-19

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Kaltara per 15 Juni tercatat bahwa jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 170 kasus dengan rincian 135 pasien sembuh, 33 pasien dalam perawatan dan 2 pasien meninggal dunia. Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.777 orang. Lebih lanjut Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 274 orang dengan rincian 220 pasien sembuh, 39 pasien dalam pengawasan, dan 15 pasien meninggal dunia.
“Strategi yang telah dilakukan pemerintah untuk menangani Covid-19 di Kaltara secara garis besar telah dilakukan 3 upaya, di antaranya yang bersifat preventif dengan melakukan pembatasan pergerakan masyarakat dan menganjurkan gaya hidup sehat. Kemudian melakukan Test dan Trace kepada masyarakat untuk memberikan informasi akurat terhadap sebaran covid-19 di Kaltara. Upaya terakhir adalah dengan meningkatkan fasilitas Kesehatan yang ada di Kaltara dan terbukti bahwa tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Kaltara menjadi yang tertinggi ketiga di Indonesia setelah Aceh dan Riau dengan angka kesembuhan sebesar 79,4 persen,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, Pemerintah juga telah melakukan refocusing alokasi anggaran APBD 2020 sebesar 109,1 Miliar yang diantaranya digunakan untuk penanganan dampak ekonomi di Kaltara, untuk social safety net, belanja tak terduga, dan penanganan Kesehatan. Dalam rangka penanganan kesehatan, pemerintah mengadakan pengembangan laboratorium uji swab mandiri dan juga telah melakukan pembelian unit PCR dengan anggaran kurang lebih Rp 5 miliar.

“Kapasitas fiskal yang tergolong masih rendah pemerintah telah melakukan beberapa kebijakan untuk menjaga baik sisi demand maupun supply di masyarakat. Dari sisi demand, berbagai bantuan telah diberikan kepada masyarakat untuk menjaga daya beli di tengah pandemi covid-19 saat ini. Selain itu, Pemerintah juga telah menetapkan anggaran sebesar Rp 1,5 Miliar untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi khususnya pada sektor UMKM,” jelas Gubernur.

Beberapa upaya pemulihan ekonomi melalui gerakan produktif dan aman Covid-19 yang menyasar :
a. Akselerasi investasi.
b. Pemulihan tenaga kerja yang terdampak covid-19 sebagai penerima Kartu Pra Kerja. Per 30 April 2020 data penerima Kartu Prakerja untuk Kaltara sebanyak 21.594 orang.
c. Pendalaman sektor penerimaan dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya sektor Pajak Daerah (PKB, BBNKB, PBBKB, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok).
d. Pembukaan jalur transportasi dengan mempertahankan penerapan standar protokol kesehatan.
e. Penguatan sektor kesehatan, antara lain: penguatan surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah, optimalisasi DAK, dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), pengadaan alkes, dan santunan kematian.
f. Pengembangan infrastruktur dan proyek strategis, seperti ruas jalan provinsi, akses jalan perbatasan, perealisasian mega proyek PLTA Sei Kayan, Kota Baru Mandiri (KBM), dan perealisasian KIPI.
g. Perbaikan data program dan perlindungan sosial.
h. Meningkatkan sektor kepariwisataan dengan menciptakan upaya-upaya peningkatan kepercayaan wisatawan untuk datang kembali ke Kaltara.
“Selama masa pandemi ini tetap harus bersikap optimis agar dapat membantu mempercepat kondisi saat ini baik dari segi perekonomian maupun segi social,” tutup Gubernur.

Tags: BIBI KaltaraFBFokusfokusborneoHUmas Provinsi KaltaraPemprov KaltaraWebinar

Berita Lainnya

Kaltara Pacu Industri Hijau dan Digitalisasi Pangan Lewat BEF 2026
Ekonomi

Kaltara Pacu Industri Hijau dan Digitalisasi Pangan Lewat BEF 2026

5 Agustus 2026 11:55
DPRD Kaltara Dorong BEF 2026 Lahirkan Kebijakan Ekonomi Berkelanjutan Sasar Kesejahteraan Rakyat
Ekonomi

DPRD Kaltara Dorong BEF 2026 Lahirkan Kebijakan Ekonomi Berkelanjutan Sasar Kesejahteraan Rakyat

4 Agustus 2026 20:23
Lepas Ketergantungan Batubara, Bank Indonesia Paparkan Kemudi Baru Ekonomi Kaltara di BEF 2026
Ekonomi

Lepas Ketergantungan Batubara, Bank Indonesia Paparkan Kemudi Baru Ekonomi Kaltara di BEF 2026

4 Agustus 2026 19:56
Daerah

Gubernur Promosikan Potensi Investasi dan UMKM Kaltara di Apindo Expo 2026

4 Agustus 2026 19:23
Daerah

Buka BEF 2026, Wagub Ingkong Dorong Sinergi Ekonomi di Tengah Tantangan Global

4 Agustus 2026 17:17
Benuanta Economic Forum 2026, Margiyono Soroti Ketergantungan Sektor Primer dan Pembiayaan Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Benuanta Economic Forum 2026, Margiyono Soroti Ketergantungan Sektor Primer dan Pembiayaan Ekonomi Kaltara

4 Agustus 2026 16:10
Next Post

Total 3 Tenaga Kesehatan di Tarakan Sembuh Dari Covid-19

Tangguh Lawan Corona, Kaltara Tetap Waspada

Tangguh Lawan Corona, Kaltara Tetap Waspada

Gubernur Resmikan Speed 01 dan 02 BPBD Kaltara

Gubernur Resmikan Speed 01 dan 02 BPBD Kaltara

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langsung Diserbu Pencaker, PT PRI Sediakan 13 Posisi Strategis di Job Fair Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Tarakan Abd. Azis Hasan Tekankan ASN Kerja Berbasis Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Ibrahim Ali Antar Kepala Desa Sambungan ke Peristirahatan Terakhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Resmi TBS Kaltara Tembus Rp3.400/Kg, DPRD Wanti-wanti Jangan Cuma Manis di Atas Kertas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Kejar Pembahasan APBD-P 2026, DPRD Tarakan Minta Pemkot Segera Serahkan Raperda SOTK

5 Agustus 2026 14:54
Atasi Balap Liar, Komisi III DPRD Tarakan Dukung Pembangunan Sirkuit Balap di Pantai Amal

Atasi Balap Liar, Komisi III DPRD Tarakan Dukung Pembangunan Sirkuit Balap di Pantai Amal

5 Agustus 2026 12:56
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP