• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Kawasan Industri Terus Berkembang di Luar Jawa, Hasan Basri Minta Riset dan Pengembangan Ditingkatkan

by Redaksi
15 September 2020 10:57
in Ekonomi, Nasional, Politik
A A
Kawasan Industri Terus Berkembang di Luar Jawa, Hasan Basri Minta Riset dan Pengembangan Ditingkatkan

Pimpinan Komite II DPD RI memimpin rapat kerja bersama Kemenperin secara virtual, Jakarta (14/9). Foto : Istimewa

JAKARTA – Dalam lima tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kawasan industri dari sisi jumlah dan sisi luasannya. Kawasan industri di luar Jawa, telah bertambah sebanyak 14 kawasan pada tahun 2020.

Penambahan kawasan industri ini dapat menjadi daya tarik investasi baik melalui PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Baca Juga

Amankan Aset Negara, PLN UIP KLT Perkuat Legalitas Tower SUTT 150 kV di Kotabaru

Pemkot Tarakan Alihkan Pekerja Kebersihan ke Pihak Ketiga, Baharudin: Kebijakan Prematur

Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs

Tindak Lanjuti RDP, Komisi I DPRD Tarakan Sidak PT Meris Kawal Hak Pekerja Eks DLH

Dari rapat kerja Komite II DPD RI dengan Menteri Perindustrian RI yang dilaksanakan secara virtual di kediaman Ketua Komite II Yorrys Raweyai di Jakarta, Senin (14/9/20), ada beberapa kesimpulan yang dihasilkan dalam pembahas road map kawasan industri nasional dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri serta meningkatkan inovasi produk industri.

Wakil Komite II DPD RI Hasan Basri mengatakan, saat ini pemerintah terus mendorong kawasan industri ke arah generasi ketiga dan keempat, untuk menumbuhkan kawasan industri di seluruh wilayah Indonesia. Kawasan industri generasi kedua dibangun sebagian besar oleh swasta dengan peran pemerintah sebagai regulator.

“Saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga sedang mendorong kawasan industri halal. Indeks daya saing global Indonesia pada tahun 2019 menempati peringkat 50 dari 141 negara (Global Competitiveness Index 4.0), turun dari tahun sebelumnya (2018) pada peringkat 45,” kata Hasan Basri mengutip kesimpulan rapat.

Rapat kerja Komite II DPD RI dengan Kemenperin secara virtual.

Indonesia memiliki keunggulan pada faktor daya saing market size (peringkat 7) dan dinamika bisnis (peringkat 29). Sebaliknya, masih lemah dalam aspek kesehatan (peringkat 96), labour market (peringkat 85), infrastruktur (peringkat 72), adaptasi teknologi informasi & komunikasi (Information and Communication Technologies/ ICT – peringkat 72), serta kapasitas inovasi (peringkat 74).

“Di ASEAN, peringkat kapasitas inovasi Indonesia masih kalah dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) terhadap daya saing nasional masih harus ditingkatkan,” ujar Senator Dapil Kaltara.

Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya kapasitas inovasi Indonesia, di antaranya adalah rendahnya rasio pembiayaan litbang terdapat GDP (Gross Domestic Product), rendahnya produktivitas riset seperti pengajuan paten dan merk dagang, sitasi pada karya tulis ilmiah (h-index), dan kualitas dari lembaga litbang.

“Selain itu, ketidaksesuaian hasil penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa) dengan kebutuhan industri juga menjadi persoalan yang memerlukan solusi. Selanjutnya diperlukan peta jalan/roadmap litbangyasa prioritas agar pelaksanaan litbangyasa tersebut dapat terarah dan dapat bermanfaat bagi peningkatan daya saing industri,” jelas alumni Magister Universitas Borneo Tarakan.

Rapat kerja Komite II DPD RI dengan Kemenperin secara virtual

Hanya ada empat sektor industri yang mencatat pertumbuhan positif, yaitu industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi industri rekaman, industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional. Industri pengolahan dan industri manufaktur merupakan katalis perekonomian nasional.

“Ekspor non-migas menyumbang 94,81% dari total ekspor Januari-Juli 2020. Impor yang rendah tidak selalu menggambarkan hal positif. PMI (Purchasing Manager’s Index) Manufaktur Asia Tahun 2020 untuk Indonesia pada periode Agustus sebesar 50,8,” ungkap Pimpinan Komite II DPD RI.

Penguatan sektor data industri menjadi isu penting Kemenperin. Program substitusi impor 35 persen sampai dengan tahun 2022 dan struktur industri Indonesia masih memerlukan pendalaman karena ada permasalahan supply shock. Substitusi impor bukan merupakan gerakan anti-impor.

Pimpinan Komite II DPD RI memimpin rapat kerja dengan Kemenperin secara virtual.

“Langkah strategis program substitusi impor 35 persen, yaitu penurunan impor melalui substitusi impor pada industri dengan nilai impor besar dan peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan. Untuk mengalihkan 35 persen impor barang input sektor manufaktur ke produksi dalam negeri dengan total kebutuhan investasi 197 Triliun,” pungkas HB.

Pengembangan Kawasan Industri Bintuni dibiayai melalui skema Multi Years. Kemenperin mengusulkan dua opsi untuk rencana pembangunan Kawasan Industri Bintuni, yaitu seluas 200 ha dan seluas 1.000 ha.

“Operasional Kawasan Industri Bintuni diperkirakan berjalan pada tahun 2023 dengan pembangunan infrastruktur diperkirakan selesai pada tahun 2021,” tutup Senator muda Kaltara.(mt)

Tags: DPD RIHasan BasriKaltaraKemenperinKomite II DPD RI

Berita Lainnya

Amankan Aset Negara, PLN UIP KLT Perkuat Legalitas Tower SUTT 150 kV di Kotabaru
Daerah

Amankan Aset Negara, PLN UIP KLT Perkuat Legalitas Tower SUTT 150 kV di Kotabaru

6 Mei 2026 16:04
PT Meris Abadi Jaya Tegaskan Komitmen Bayar Kompensasi Eks Pekerja Kebersihan
Parlemen

Pemkot Tarakan Alihkan Pekerja Kebersihan ke Pihak Ketiga, Baharudin: Kebijakan Prematur

6 Mei 2026 13:48
Gubernur Kaltara Lepas 484 CJH, Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Kekompakan
Nasional

Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs

6 Mei 2026 13:06
Tindak Lanjuti RDP, Komisi I DPRD Tarakan Sidak PT Meris Kawal Hak Pekerja Eks DLH
Parlemen

Tindak Lanjuti RDP, Komisi I DPRD Tarakan Sidak PT Meris Kawal Hak Pekerja Eks DLH

6 Mei 2026 13:00
Respons Aspirasi Buruh Pasca May Day, DPRD Kaltara Dorong Pembentukan PHI dan Perkuat Perlindungan
Parlemen

Respons Aspirasi Buruh Pasca May Day, DPRD Kaltara Dorong Pembentukan PHI dan Perkuat Perlindungan

6 Mei 2026 10:21
Nasional

Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan, Kemnaker Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat

5 Mei 2026 21:18
Next Post
Masa Pandemi, MTQ Tingkat Provinsi Digelar Virtual

Masa Pandemi, MTQ Tingkat Provinsi Digelar Virtual

Perampok Bersenjata Dibekuk Polres Tarakan, Satu Orang Masih Buron

RDP dengan Menteri BUMN, Hasan Basri Sampaikan Aspirasi Masyarakat Bunyu

RDP dengan Menteri BUMN, Hasan Basri Sampaikan Aspirasi Masyarakat Bunyu

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • DKP Kaltara Resmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Tengkayu II, Dorong Ekonomi dan Gizi Masyarakat

    DKP Kaltara Resmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Tengkayu II, Dorong Ekonomi dan Gizi Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Gigih Mohamad Nur Utomo, Dobrak Barikade Status PPPK Jadi Guru Besar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • O2SN 2026 Kota Tarakan Resmi Dibuka, 350 Siswa Bersaing dalam 6 Cabang Olahraga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Alihkan Pekerja Kebersihan ke Pihak Ketiga, Baharudin: Kebijakan Prematur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis Dikbud Tana Tidung Buka Gebyar Sesingal, Dorong Pelestarian Budaya di Sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Kaltara Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Personel dan Sarpras Disiagakan

6 Mei 2026 20:49

Cegah Karhutla, Wamen Ossy Imbau Pemegang HGU Perkuat Tindakan Pencegahan

6 Mei 2026 20:01
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP