• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Melalui Fesyar KTI, BI Dorong Pengembangan Usaha Syariah dan Kemandirian Ekonomi Umat

by Redaksi
6 Juli 2022 12:11
in Ekonomi
A A
Melalui Fesyar KTI, BI Dorong Pengembangan Usaha Syariah dan Kemandirian Ekonomi Umat

Sekretaris Pemprov Kaltara DR. H. Suriansyah, M. AP. Foto : Humas BI.

TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengadakan talkshow “Pengembangan Usaha Syariah dalam Mendukung Keberlanjutan dan Kemandirian Ekonomi Umat”. Hal ini, dalam rangka Road to Fesyar Kawasan Timur Indonesia 2022.

Kegiatan talkshow dibuka dengan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Tedy Arief Budiman. Turut dihadiri, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Dr. H. Suryansyah, Walikota Tarakan yang dalam hal ini diwakili PLH. Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Suparlan S.T. M.T., M.AP., Kemenag Provinsi Kaltara, Kemenag Kota Tarakan, Pimpinan Perbankan, Baznas, Ormas Keagamaan, BPOM Tarakan, Perumda Kota Tarakan, HIPMI, IKMI, UMKM Binaan Bank Indonesia, Rumah Kreatif BUMN, Asosiasi Pelaku Usaha, DMI Kaltara serta seluruh Pesantren Binaan KPwBI Provinsi Kaltara.

Baca Juga

PSBM Makassar: Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Emas di Sektor Peternakan dan Logistik

Air Kembali Mengalir! PTMB Rampungkan Perbaikan Pipa Utama di Balikpapan

Gangguan Air Bersih Meluas, PTMB Targetkan Perbaikan Tuntas 24 Jam

Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Geopolitik

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) yang akan diselenggarakan pada 28-30 Juli 2022 di Makassar.

Dalam sambutannya, Tedy menyampaikan bahwa ini merupakan upaya Bank Indonesia dalam mengembangkan Ekonomi Syariah.

“Pemberdayaan Ekonomi Syariah merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan dan penguatan usaha berbasis Ekonomi Syariah di berbagai lini, baik pada usaha mikro, kecil, menengah, dan besar, maupun peningkatan kemandirian dan pengembangan di lingkungan pondok pesantren, khususnya wilayah Provinsi Kaltara,” ujar Tedy.

Tedy juga menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya peran Bank Indonesia saja tetapi Bank Indonesia juga bersinergi dengan berbagai instansi lainnya.

“Tentunya BI tidak akan sendirian dalam mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah, halal food dan akselerasi digitalisasi UMKM. BI akan terus bersinergi dan berkoordinasi dengan instansi di level pusat maupun daerah khususnya di Provinsi Kaltara, sehingga pelaksanaan kebijakan yang telah dirumuskan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai sasaran yang ditujukan,”  lanjut Tedy.

Pemerintah Kota Tarakan yang diwakili Suparlan dan Pemerintah Provinsi Kaltara yang diwakili Suryansyah menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi Bank Indonesia di Kaltara. Salah satunya pada sektor ekonomi syariah.

“Apresiasi dari Pemerintah Provinsi terhadap inisiasi dari Bank Indonesia beserta panitia pelaksana untuk mengembangkan ekonomi syariah di seluruh Indonesia terutama di Kaltara,” ucap ujar Suparlan.

”Terima kasih kepada perwakilan Bank Indonesia. Dalam menjamin suksesnya pembangunan di Kaltara, Pemerintah senantiasa berusaha menjaga laju pertumbuhan ekonomi untuk tetap tumbuh positif. Dimana salah satunya melalui pengembangan ekonomi syariah. Kami memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Kaltara atas terselenggaranya kegiatan Talkshow dengan tema Pengembangan Usaha Syariah dalam mendukung keberlanjutan dan kemandirian perekonomian umat. Semoga melalui kegiatan ini semangat kita untuk mengedukasi masyarakat mengenai ekonomi syariah terus dapat meningka,” pungkas ujar Suryansyah.

Pada kegiatan Talkshow ini, terdapat 2 Narasumber yaitu M. Ghozali, S.E. yang merupakan CEO Nujek dan Wakil Sekretaris DPP Hebitren menjelaskan mengenai Pengembangan Usaha Syariah Sektor Digital untuk Kemandirian Umat. M. Ghozali merupakan CEO Nujek yang telah banyak beroperasi di Indonesia salah satunya di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Narasumber kedua yaitu Dr. Irfan Syauqi Beik, Ph.D yang menjelaskan mengenai Pengembangan Usaha Pesantren dan UMKM Berbasis Ekonomi Syariah. Ia merupakan staf Pengajar Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB, Anggota Komisioner Badan Wakaf Indonesia dan Komisaris Independen Prudential Syariah Indonesia.

Keduanya memaparkan betapa pentingnya berinovasi dan berkreasi bersama-sama dalam mengembangkan ekonomi syariah khususnya di era perkembangan teknologi yang pesat ini.

Gus Ghozali menyampaikan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin cepat membuat semua harus mampu melihat peluang dan berani mengambil peluang usaha.

“Nujek hadir karena melihat kebutuhan masyarakat, terutama di kota-kota yang bukan kota besar sehingga kebutuhan terhadap ojek online masih dibutuhkan,” papar Gus Ghozali.

Poin tersebut ditambahkan oleh Syauqi Beik yang menyatakan bahwa pengembangan perekonomian syariah di era perkembangan teknologi yang cepat perlu adanya konektivitas antar instrumen.

“Dalam pengembangan ekonomi syariah diperlukan konektivitas antar instrumen, instrumen commercial finance, industri halal, komunitas hingga social finance harus saling terintegrasi sehingga mampu menjangkau segmen-segmen tertentu. Dengan kata lain, keberjamaahan dalam bermuamalah yang sama-sama menjadi PR kita,” papar Syauqi Beik.

Kegiatan Road to Fesyar yang diselenggarakan KPwBI Provinsi Kaltara dilaksanakan mulai 14 Juni – 5 Juli 2022. Selain talkshow hari ini, telah terselenggara juga berbagai lomba seperti lomba wirausaha muda syariah, lomba video kesenian tari daerah Islami, lomba desain busana Muslimah dengan wastra lokal, lomba dakwah ekonomi syariah dan lomba syair ekonomi syariah.

Harapannya berbagai kegiatan terkait ekonomi syariah yang diselenggarakan ini dapat semakin menyebarluaskan pemahaman ekonomi syariah kepada masyarakat sehingga ekonomi syariah dapat terus berkembang ditengah besarnya potensi ekonomi syariah di Indonesia.(**)

Tags: Bank IndonesiaBIEkonomi SyariahHeadlineKantor Perwakilan Bank IndonesiaKPwBI Provinsi KaltaraRoad to FesyarTedy Arief Budiman

Berita Lainnya

Daerah

PSBM Makassar: Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Emas di Sektor Peternakan dan Logistik

26 Maret 2026 21:15
Daerah

Air Kembali Mengalir! PTMB Rampungkan Perbaikan Pipa Utama di Balikpapan

26 Maret 2026 19:05
Daerah

Gangguan Air Bersih Meluas, PTMB Targetkan Perbaikan Tuntas 24 Jam

26 Maret 2026 06:28
Ekonomi

Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Geopolitik

25 Maret 2026 15:39
Ekonomi

Berdayakan Warga Lokal, PEP Sangasanga Field dan PHSS Hadirkan Program CurTis Jelang Idulfitri

25 Maret 2026 09:47
Daerah

Lebaran dari Gardu ke Posko, Kisah Hanif Menjaga Terang di Hari Kemenangan

23 Maret 2026 12:03
Next Post

Dilaporkan Hilang Saat ke Tambak, M Rais Ditemukan Selamat Oleh Tim SAR

Bahas Nasib Honorer, Pemda dan DPRD KTT Perlu Duduk Bersama Cari Solusi

Sebelum Beli Token Woo di Indodax, Kenali Dulu Apa Itu Woo Network

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Jelang Idulfitri, JMSI Nunukan Salurkan Bantuan Pangan untuk Ibu-Ibu Pejuang Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Kaltara Gelar Open House Hari Kedua Idulfitri, Warga Tarakan Antusias Bersilaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Forum PSBM Makassar, Gubernur Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Potensi Besar Daerah Perbatasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinjau Langsung Perbatasan, Pemprov Kaltara Soroti Infrastruktur Apau Kayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem, Camat Tarakan Utara Himbau Warga Tidak Bakar Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Mudik Lebaran Makin Tenang, Cek Proses Pemberkasan Tanah Cukup dari Genggaman

28 Maret 2026 09:11

Serunya “Kupatan” di Hutan Berau, Orangutan Belajar Memanjat Demi Ketupat

28 Maret 2026 06:34
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP