• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Sebelum Beli Token Woo di Indodax, Kenali Dulu Apa Itu Woo Network

by Redaksi
6 Juli 2022 14:23
in Ekonomi
A A

PortalCripto

Jaringan WOO atau yang lebih dikenal dengan WOO Network merupakan sebuah jaringan likuiditas yang dalam (deep liquidity), yang diinkubasi oleh Kronos Research. Jaringan likuiditas yang dalam inilah yang kemudian menghubungkan antara pedagang, bursa, institusi, dan juga platform DeFi.

Dimana keterkaitan/hubungan tersebut terbentuk dengan adanya akses demokratis yang mengarah ke sebuah likuiditas terbaik yang ada di kelasnya, eksekusi perdagangan, hingga yang mengarah ke sebuah strategi perdagangan, yang hanya membutuhkan biaya yang lebih rendah, atau bila memungkinkan tanpa harus mengeluarkan biaya sedikitpun (nol biaya).

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekosistem Sosial Lewat Program Karia Seraya di Balikpapan

Masyarakat Kaltara Mulai Lirik Investasi Emas, DPK Perbankan Terkontraksi di Awal 2026

Wakili Gubernur, Bustan: SDM Lokal Kaltara Harus Naik Kelas

Digitalisasi Kaltara Melesat, Transaksi QRIS Tembus Rp2,4 Triliun Tumbuh 266 Persen 

Jaringan WOO sendiri menawarkan sebuah pertukaran yang terpusat serta pertukaran yang terdesentralisasi, sebagai bagian dari jaringan likuiditas. Beberapa diantaranya yaitu WOO X (CEX) yang menyediakan perdagangan dengan biaya yang lebih rendah, ruang kerja yang bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan kerja, hingga likuiditas yang dalam (deep liquidity).

Sementara yang lainnya, yang dikenal dengan WOOFi (DEX) menawarkan sebuah model Pembuatan Pasar Proaktif Sintetis (Synthetics Proactive Market Making) yang baru, yang bisa dibilang meniru/mencontoh sebuah buku pesanan bursa yang dilakukan dengan konsep tradisional.

Dalam arti, dengan model Pembuatan Pasar Proaktif Sintetis yang baru tersebut, pengguna platform perdagangan bisa melakukan pertukaran WOO, mendapatkan WOO, hingga mempertaruhkan WOO, yang mana WOO tersebut merupakan sebuah token murni dari proyek tersebut.

Dengan kata lain, Anda bisa membeli WOO tersebut di Binance dengan menggunakan kartu kredit maupun secara debit. Bahkan Anda juga bisa menukar dan juga memperdagangkannya dengan menggunakan mata uang Kripto lainnya. Bukan hanya itu saja, WOO juga sebenarnya bisa digunakan/diberikan sebagai hadiah (reward) pada sebuah WOOFi.

Apa yang Dimaksud dengan Jaringan WOO?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa yang dimaksud dengan WOO Network (jaringan WOO) adalah sebuah jaringan likuiditas yang dalam (deep liquidity) yang menghubungkan antara pedagang, bursa, institusi, dan juga platform DeFi.

Dimana jaringan likuiditas yang dalam inilah yang kemudian memberikan akses demokratisasi ke sejumlah likuiditas pasar, eksekusi perdagangan, hingga ke sebuah strategi yang diterapkan dengan tujuan menghasilkan sejumlah keuntungan/hasil, dengan biaya yang lebih rendah, atau bahkan dengan 0 biaya (tanpa biaya sedikitpun).

WOO Network sendiri diinkubasi oleh Kronos Research pada tahun 2019. Sekedar informasi, Kronos Research adalah sebuah perusahaan perdagangan kuantitatif, yang telah lama berkecimpung dalam pembuatan jaringan pasar terkemuka, di hampir semua bursa utama, yang telah menghasilkan sedikitnya USD 5-10 milyar volume, dalam setiap harinya (volume harian).

Berbekal pengalaman dalam bidang Cryptocurrency yang digelutinya, tim Kronos Research mulai menyadari adanya kekurangan yang terlihat pada Cryptocurrency tersebut. Dimana kekurangan tersebut meliputi likuiditas yang tidak mencukupi, bahkan yang tidak bisa dijangkau di hampir semua pertukaran mata uang Kripto (Crypto exchanges). Baik yang bersifat terpusat secara langsung, maupun yang telah terdesentralisasi.

Jaringan WOO sendiri membagi sebagian besar layanannya menjadi jaringan WOO X, pertukaran terpusat (CEX), WOOFi, pertukaran terdesentralisasi (DEX), dan juga stalking platform. Dimana melalui sejumlah layanan tersebut, jaringan WOO (WOO Network) tersebut menawarkan sistem perdagangan WOO, yang diperuntukkan bagi kalangan klien institusional, yang memungkinkan pertukaran mitra.

Dimana perdagangan WOO yang memungkinkan pertukaran mitra tersebut, dilakukan untuk mengintegrasikan likuiditas jaringan WOO, ke dalam sejumlah layanan yang ditawarkan perusahaan tersebut, yang dilakukan melalui sistem API.

Bagaimana Cara Kerja dari WOO Network (Jaringan WOO)?

WOO Network bekerjasama dengan Krenos Research untuk mengumpulkan dan juga mengintegrasikan likuiditas, yang dilakukan dengan menggunakan strategi perdagangan kuantitatif dan juga strategi nilai lindung (hedge strategic).

Likuiditas tersebut dikumpulkan dari sejumlah platform perdagangan yang terpusat, dan juga yang diperoleh dari institusional terkemuka. Bahkan baru-baru ini, likuiditas tersebut didapatkan melalui jaringan DeFi. Seperti diantaranya Ethereum, BNB Chain, Polygon dan Avalanche.

Dalam prosesnya, sejumlah klien akan terkoneksi langsung ke jaringan WOO tersebut melalui API maupun GUI, yang ada pada layanan WOO X dan juga WOOFi. Sementara yang lainnya akan terhubung secara tidak langsung melalui platform DeFi dengan skala 1 inch, 0x maupun Paraswap.

Di sisi lain, pembuat jaringan pasar (market marker) dari platform lainnya seperti dYdX contohnya, secara tidak langsung bisa juga menggunakan WOO Network tersebut. Khususnya yang digunakan sebagai tempat untuk melindungi eksposur.

Salah satu alasanya bisa saja karena model nol biaya dan nol persyaratan yang ditawarkan oleh jaringan WOO tersebut dirasa sangatlah menguntungkan. Khususnya yang berkaitan dengan proses pengambilan pesanan, yang mana hal tersebut akan sangat cocok jika diterapkan pada sistem nilai lindung yang berbiaya rendah.

Sementara jika dilihat dari market indodax harga WOO hari ini Rp2533 dari perdagangan 24 jam, sedangkan volume yang dihasilkan, dengan adanya jaringan WOO ini, volume harian bisa dikatakan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Setidaknya yang terlihat di pertengahan bulan September tahun 2021 yang lalu, volume perdagangan yang dihasilkan dalam waktu 24 jam terakhir, telah menghasilkan sekitar USD 2,5 milyar. Dimana pertumbuhan tersebut secara tidak langsung dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan eksponensial dari sebuah platform ternama, yang bernama dYdX.

 

Tags: HeadlineIndodaxNetworkPortalCriptoWooWootradeWOOX

Berita Lainnya

Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekosistem Sosial Lewat Program Karia Seraya di Balikpapan

14 Mei 2026 18:14
Inflasi Kaltara November 2025 Terkendali, Didorong Kenaikan Harga Emas Dunia
Ekonomi

Masyarakat Kaltara Mulai Lirik Investasi Emas, DPK Perbankan Terkontraksi di Awal 2026

14 Mei 2026 09:28
Wakili Gubernur, Bustan: SDM Lokal Kaltara Harus Naik Kelas
Daerah

Wakili Gubernur, Bustan: SDM Lokal Kaltara Harus Naik Kelas

12 Mei 2026 09:35
BI Kaltara Edukasi Pedagang Kenali Keaslian Rupiah dan Manfaatkan QRIS
Ekonomi

Digitalisasi Kaltara Melesat, Transaksi QRIS Tembus Rp2,4 Triliun Tumbuh 266 Persen 

12 Mei 2026 09:09
BI Kaltara Menilai Program MBG Jadi Tantangan Sekaligus Peluang Tekan Inflasi 2026
Ekonomi

BI Kaltara Menilai Program MBG Jadi Tantangan Sekaligus Peluang Tekan Inflasi 2026

11 Mei 2026 19:39
Muhammad Nasir: Rekomendasi LKPJ 2025 Harus Jadi Bahan Perbaikan Pemerintah
Ekonomi

Muhammad Nasir: Rekomendasi LKPJ 2025 Harus Jadi Bahan Perbaikan Pemerintah

11 Mei 2026 19:22
Next Post

Maksimalkan Layanan Publik Satu Pintu, Gubernur Harap MPP Hadir Disetiap Daerah

Alhamdulillah! PDAM Tarakan Sumbang 5 Ekor Sapi untuk Kurban di Masjid-Masjid

Resmi Dikukuhkan, Pakuwaja Tana Tidung Siap Berkontribusi Memajukan Bumi Upun Taka

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Perkuat Sinergi di Bumi Benuanta, Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Dan Grup 4 Kopassus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pencemaran Limbah Oli di Sungai, Intake IPA Kampung Bugis Dimatikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Tahap Pondasi, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Terus Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Pembinaan Tradisi dan Pembaretan, 100 Bintara Remaja Resmi Jadi Bhayangkara Sejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Pengunjung RS Pertamedika Enggan Parkir di Dalam? Ini Kata Dishub Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Ekosistem Sosial Lewat Program Karia Seraya di Balikpapan

14 Mei 2026 18:14
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Palas Kawal Penanaman Jagung di Desa Gunung Putih

Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Palas Kawal Penanaman Jagung di Desa Gunung Putih

14 Mei 2026 14:04
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP