• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Pantai Amal dan Masa Depan Ekowisata Hijau Kalimantan Utara

by Redaksi
16 Juni 2025 08:47
in Ekonomi, Opini
A A
Pantai Amal dan Masa Depan Ekowisata Hijau Kalimantan Utara

Dekan Fakultas Ekonomi UBT, Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si. Foto: ist

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan Energi Arus Balik Idulfitri 1447 H di Kalimantan Tetap Optimal

PSBM Makassar: Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Emas di Sektor Peternakan dan Logistik

Air Kembali Mengalir! PTMB Rampungkan Perbaikan Pipa Utama di Balikpapan

Gangguan Air Bersih Meluas, PTMB Targetkan Perbaikan Tuntas 24 Jam

Pantai Amal yang terletak di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan salah satu kawasan pesisir yang menyimpan potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan. Dengan panorama alam yang indah, ombak yang relatif tenang, dan kekayaan budaya lokal seperti tradisi Iraw Tengkayu, kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Tidak hanya itu, hasil laut seperti kerang kapah menjadi kekhasan kuliner yang dapat menjadi identitas gastronomi wilayah. Namun demikian, potensi tersebut dihadapkan pada berbagai tantangan serius, mulai dari pencemaran lingkungan akibat aktivitas budidaya rumput laut yang menghasilkan limbah plastik, hingga minimnya keterlibatan pelaku UMKM lokal dalam sistem pengelolaan pariwisata yang terstruktur dan berkelanjutan.

Pentingnya membangun ekowisata terletak pada prinsip dasarnya, yakni menjadikan wisata sebagai kegiatan yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan, memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal, serta memberikan edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya menjaga ekosistem.

Ekowisata bukan sekadar menikmati keindahan alam, melainkan turut mengambil bagian dalam menjaga kelestariannya. Prinsip-prinsip ini menjadi sangat relevan ketika diterapkan di Pantai Amal, di mana masyarakat pesisir memiliki keterikatan langsung dengan sumber daya alam yang ada.

Budidaya rumput laut yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, dapat diubah menjadi pengalaman wisata edukatif, yang tidak hanya memperluas nilai ekonomis dari aktivitas tersebut, tetapi juga meningkatkan kesadaran ekologis baik bagi pelaku maupun pengunjung.

Peluang pengembangan ekowisata Pantai Amal sangat terbuka. Aktivitas budidaya rumput laut dapat dikemas sebagai atraksi wisata edukasi yang melibatkan wisatawan secara langsung dalam proses pembibitan, penanaman, hingga panen. Masyarakat, khususnya petani rumput laut, dapat didorong untuk berperan sebagai pemandu wisata dan edukator lingkungan.

Produk khas seperti kerang kapah dapat diolah menjadi menu kuliner unik seperti sate kerang atau sup kerang khas Pantai Amal, yang kemudian menjadi bagian dari pengalaman wisata yang tidak terlupakan.

Dalam konteks ini, pelibatan UMKM menjadi krusial, tidak hanya dalam produksi kuliner, tetapi juga dalam pengembangan kerajinan tangan, pembuatan suvenir, dan pertunjukan seni pantai yang menampilkan kearifan lokal.

Agar potensi ini dapat berkembang optimal, diperlukan strategi yang memadukan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Salah satu pendekatan yang relevan adalah menetapkan zona konservasi di kawasan budidaya rumput laut yang sekaligus berfungsi sebagai lokasi wisata edukatif.

Kampanye kebersihan seperti “Pantai Amal Bebas Plastik” perlu digalakkan untuk mengurangi pencemaran laut. Pada saat yang sama, inovasi dalam penggunaan bahan ramah lingkungan untuk aktivitas budidaya, seperti pengganti pelampung plastik, harus terus dikembangkan.

Di sisi lain, pelaku UMKM perlu difasilitasi dalam bentuk pelatihan pengolahan produk turunan rumput laut seperti sabun, masker wajah, atau makanan ringan.

Digitalisasi UMKM juga menjadi kebutuhan mendesak agar produk lokal dapat dipasarkan melalui platform daring dan terhubung langsung dengan wisatawan. Kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan komunitas lokal dapat mendorong terciptanya ekosistem bisnis hijau berbasis masyarakat.

Pembangunan ekowisata di Pantai Amal memerlukan dukungan kebijakan yang bersifat lintas sektor. Pemerintah daerah perlu merancang tata ruang kawasan pantai yang mencakup zona konservasi, area edukasi wisata, dan pusat kegiatan ekonomi UMKM.

Kolaborasi antara Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi dan UMKM, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas lokal harus diperkuat agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Transformasi dari kegiatan budidaya menjadi atraksi wisata akan mendorong pergeseran paradigma masyarakat dari sekadar penghasil komoditas menjadi pelaku aktif dalam ekosistem wisata berkelanjutan.

Pendidikan lingkungan, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, dapat difasilitasi melalui program seperti adopsi pantai atau pelatihan pengelolaan limbah. Produk lokal juga harus mendapatkan dukungan dalam bentuk akses pasar, pelatihan berkelanjutan, dan strategi branding agar mampu bersaing di pasar wisata.

Pantai Amal bukan sekadar garis pantai yang menawarkan keindahan visual, melainkan kawasan yang memiliki keterhubungan erat antara ekologi dan ekonomi masyarakat pesisir. Jika pembangunan kawasan ini hanya berorientasi pada eksploitasi ekonomi tanpa memperhatikan aspek pelestarian, maka daya tariknya akan cepat memudar.

Sebaliknya, jika dikelola dengan pendekatan kolaboratif, berbasis masyarakat, dan berpijak pada prinsip ekowisata, Pantai Amal berpotensi menjadi ikon pariwisata hijau yang membanggakan bagi Kalimantan Utara. Langkah konkret dan keseriusan semua pihak menjadi kunci untuk mewujudkan transformasi tersebut.

Penulis :

Dekan Fakultas Ekonomi UBT, Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si.

Tags: EkowisataHeadlineMohamad Nur UtomoPantai AmalUBTuniversitas borneo tarakan

Berita Lainnya

Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan Energi Arus Balik Idulfitri 1447 H di Kalimantan Tetap Optimal

29 Maret 2026 21:22
Daerah

PSBM Makassar: Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Emas di Sektor Peternakan dan Logistik

26 Maret 2026 21:15
Daerah

Air Kembali Mengalir! PTMB Rampungkan Perbaikan Pipa Utama di Balikpapan

26 Maret 2026 19:05
Daerah

Gangguan Air Bersih Meluas, PTMB Targetkan Perbaikan Tuntas 24 Jam

26 Maret 2026 06:28
Ekonomi

Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Geopolitik

25 Maret 2026 15:39
Ekonomi

Berdayakan Warga Lokal, PEP Sangasanga Field dan PHSS Hadirkan Program CurTis Jelang Idulfitri

25 Maret 2026 09:47
Next Post

Pantai Amal: Dari Gersang Menuju Ruang Wisata Kota

68 Pejabat Struktural UBT Dilantik, Rektor: Mereka Ujung Tombak Pengembangan Universitas

68 Pejabat Struktural UBT Dilantik, Rektor: Mereka Ujung Tombak Pengembangan Universitas

Pj. Sekprov Himbau Perangkat Daerah Implementasikan Visi Misi Gubernur Kaltara

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Camat Tarakan Utara Pantau Kawasan RTH, Pastikan Pengamanan Aset Daerah Sesuai Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pastikan Pelayanan Publik Tak Kendor Saat WFA, Vamelia Ibrahim Pantau Instansi di Tana Tidung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Forum PSBM Makassar, Gubernur Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Potensi Besar Daerah Perbatasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinjau Langsung Perbatasan, Pemprov Kaltara Soroti Infrastruktur Apau Kayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem, Camat Tarakan Utara Himbau Warga Tidak Bakar Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan Energi Arus Balik Idulfitri 1447 H di Kalimantan Tetap Optimal

29 Maret 2026 21:22

Perkuat Sinergi Daerah, Dandim 0907/Tarakan dan FKPD Sambut Wakapolda Kaltara

29 Maret 2026 21:18
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP