TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir, mengungkapkan hasil positif dari kunjungan silaturahmi fraksinya ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Dalam kunjungannya, Muhammad Nasir dan rombongan Fraksi PKS terdiri dari Ketua Fraksi, H. Ladullah, Sekretaris Fraksi, H. Moh. Nafis serta Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah , S T, berdiskusi dengan Anggota DPR RI Komisi VII, Alifuddin, SE, yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat (Kalbar).
Fokus utama diskusi ini, mengenai pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kaltara.
Nasir menyampaikan diskusi tersebut berjalan lancar dan membuahkan komitmen yang kuat dari pihak DPR RI.
”Alhamdulillah, dalam kunjungan silaturahmi kami untuk berdiskusi mengenai pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Ia menyampaikan komitmennya untuk ikut mendorong penguatan UMKM melalui berbagai dukungan program pusat serta membuka peluang pelatihan peningkatan kapasitas wirausaha bagi masyarakat Kaltara.
Muhammad Nasir berharap kunjungan ini menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi yang lebih konkret. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat di provinsi termuda di Indonesia ini.
”InsyaAllah, ke depan akan terjalin kolaborasi yang lebih konkret dalam membangun ekosistem kewirausahaan, sehingga UMKM lokal di Kaltara semakin berdaya, maju, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Perlu diketahui, Fraksi PKS berhasil menarik anggaran untuk program tambahan makanan bergizi bagi ibu hamil dan balita dari pekerintah pusat yang dibagikan ke masyarakat Kaltara. Hal ini, juga hasil perjuangan Anggota DPR RI Alifuddin, SE.
Nasir berharap upaya ini akan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kaltara. Kunjungan ini menunjukkan komitmen DPRD Kaltara dalam menjemput bola program-program pusat demi kemajuan ekonomi lokal.(**)























Discussion about this post