TARAKAN, Fokusborneo.com – Tren inflasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami kenaikan pada penghujung tahun 2025.
Berdasarkan data terbaru, gabungan tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltara mencatatkan inflasi sebesar 0,54% (mtm) pada periode Desember 2025.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengungkapkan bahwa kenaikan ini sangat dipengaruhi oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).
”Peningkatan inflasi secara bulanan pada Desember 2025 didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Nataru,” ujar Hasiando dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/1/26).
Lonjakan harga pada Desember 2025 terjadi merata di tiga wilayah pemantauan IHK di Kaltara. Tanjung Selor tercatat mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,67% (mtm), disusul oleh Tarakan sebesar 0,60% (mtm), dan Nunukan dengan inflasi paling rendah sebesar 0,37% (mtm).
Selain sektor transportasi, Hasiando menyebutkan kelompok pangan juga memberikan andil terhadap inflasi. Harga komoditas seperti bawang merah dan cabai rawit merangkak naik akibat tingginya permintaan masyarakat di tengah stok yang mulai menipis pasca-musim panen.
Meski tekanan inflasi meningkat pada Desember, laju kenaikan tersebut berhasil ditahan oleh beberapa faktor. Kebijakan pemerintah yang memberlakukan diskon tarif angkutan laut selama momen Nataru efektif menekan biaya transportasi publik.
”Di sisi pangan, harga ikan bandeng atau ikan bolu justru mengalami penurunan karena pasokan yang melimpah dari hasil panen petambak. Begitu juga dengan komoditas bayam yang harganya turun sejalan dengan musim panen lokal yang didukung curah hujan kondusif,” tambahnya.
Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025, inflasi Kaltara tercatat sebesar 2,57% (yoy). Angka ini menunjukkan bahwa inflasi tahunan tetap terjaga dalam rentang sasaran pemerintah.
Hasiando menekankan pencapaian ini merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter serta sinergi erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), termasuk penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional.(*/mt)












Discussion about this post