TARAKAN, Fokusborneo.com – Halo Juragan! Masih zaman repot cari receh buat kembalian?
Atau takut dapet uang palsu pas lagi rame-ramenya pembeli?
Yuk, upgrade warung atau tokomu pakai QRIS!
Bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi biar jualan makin nyaman:
• Gak Pusing Kembalian: Bayar pas sampai rupiah terkecil, pelanggan pun senang.
• Anti Uang Palsu: Transaksi langsung masuk rekening, aman 100%!
• Catatan Otomatis: Omzet harian terpantau rapi di HP, gak perlu tulis manual lagi.
• Lebih Higienis: Gak perlu kontak fisik tukar-menukar uang kertas.
Tinggal scan, klik, beres! Pelanggan puas, dagangan makin berkelas.
Dahulu, pemandangan pedagang yang sibuk merogoh laci demi mencari uang receh kembalian adalah hal yang lumrah. Namun, seiring dengan percepatan digitalisasi di Indonesia, pemandangan tersebut perlahan mulai digantikan oleh sebuah kode kotak sederhana berpola hitam-putih:
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Bagi para pelaku usaha, mulai dari pedagang kaki lima hingga pemilik kafe kekinian, QRIS bukan sekadar tren teknologi, melainkan solusi nyata atas hambatan transaksi konvensional.
Salah satu masalah klasik dalam perdagangan ritel adalah ketersediaan uang receh. Tak jarang transaksi terhambat hanya karena pedagang tidak memiliki kembalian, terkadang kembalian diganti dengan permen atau pembeli terpaksa membulatkan harga. Dengan QRIS, nominal transaksi bisa tepat hingga satuan rupiah terkecil.
Selain itu, kecepatan adalah kunci. Pembeli cukup memindai, memasukkan PIN, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Bagi pedagang, ini berarti antrean yang lebih pendek dan layanan yang lebih gesit.
Faktor keamanan seringkali menjadi kekhawatiran utama bagi pedagang. Menggunakan QRIS memberikan dua perlindungan sekaligus:
• Terhindar dari Uang Palsu: Karena transaksi dilakukan secara digital melalui sistem perbankan atau dompet digital yang terverifikasi, risiko menerima uang kertas palsu otomatis hilang.
• Keamanan Fisik: Akumulasi uang tunai dalam jumlah besar di gerai seringkali memancing niat jahat. Dengan QRIS, dana langsung masuk ke rekening, mengurangi risiko pencurian fisik di tempat usaha.
Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. QRIS adalah jembatan paling sederhana bagi pedagang kecil untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
Transisi ke QRIS adalah langkah kecil dengan dampak besar.
Kemudahan, kecepatan, dan keamanan yang ditawarkan tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memodernisasi cara kerja pedagang. Saatnya para pelaku usaha meninggalkan cara lama dan merangkul efisiensi demi kemajuan bisnis yang lebih berkelanjutan.
Gerobak “Siomay Hokkie Bandung” ini menjadi bukti bahwa teknologi finansial tidak hanya milik gerai di mal besar, tapi juga pahlawan jalanan.
Banyak orang mengira jualan siomay gerobakan itu selamanya akan “kuno”.
Tapi lihat gerobak tersebut, ada tulisan kecil namun sakti: “BISA QRIS”. Sebagai pedagang, keputusan menempel kertas itu bukan cuma ikut-ikutan tren, tapi karena berdagang akan lebih tenang dan pelanggan lebih senang.
Keuntungan yang diraasakan
Gak Ribet Cari Recehan Sering sekali pembeli datang dengan uang seratus ribu padahal cuma beli satu porsi, harus lari ke warung sebelah atau tukang parkir buat tukar uang.
Sekarang? “Scan saja, Nominalnya pas, tidak ada drama kekurangan kembalian satu-dua ribu rupiah.
Uang Langsung “Masuk Tabungan” Kalau pegang uang tunai banyak di kantong, rasanya tangan gatal ingin jajan atau uangnya terselip entah ke mana. Dengan QRIS, uang hasil jualan langsung masuk ke rekening. Ini secara tidak langsung “dipaksa” menabung. Pedagang bisa melihat catatan penjualan harian di HP, jadi tahu hari ini habis berapa porsi dengan pasti.
Keamanan di Jalan Jualan sampai malam di pinggir jalan tentu ada risikonya. Dengan mengurangi jumlah uang tunai di gerobak, akan merasa lebih aman dari risiko kehilangan atau bahkan peredaran uang palsu yang sulit dibedakan saat kondisi gelap.
Menjangkau Anak Muda Zaman sekarang, anak muda sering lupa bawa dompet tapi tidak pernah lupa bawa HP. Dengan adanya QRIS, maka tidak kehilangan pembeli yang cuma bawa “HP doang”. Siomay jadi terlihat lebih modern dan terpercaya.
“QRIS itu seperti bumbu kacang yang pas: membuat jualan jadi lebih kental untungnya dan lebih lancar prosesnya.”
Digitalisasi ini bukan untuk mempersulit, justru mempermudah para pedagang kecil. Jadi jangan ragu untuk pasang QRIS. Biar gerobak kaki lima, tapi sistem pembayarannya harus tetap juara!
Gerobak Kaki Lima, Sistem Bintang Lima!
Siapa bilang jualan pinggir jalan gak bisa canggih?
Gerobak Siomay Hokkie Bandung, sudah sedia QRIS!
Gak perlu lagi ada drama “Aduh, gak ada receh kembaliannya,” atau pembeli batal beli karena lupa bawa dompet tunai. Cukup scan, bayar, langsung sikat siomaynya!
Salut buat para pedagang yang berani adaptasi.
Bukti kalau digitalisasi itu buat semua orang, bukan cuma yang punya ruko di mal.
Yuk, dukung UMKM lokal yang sudah melek teknologi!
Oleh:
Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M
Direktur Politeknik Bisnis Kaltara
Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI












Discussion about this post