TARAKAN – Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Selumit, Saifullah, menyampaikan aspirasi mendalam saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, pada Sabtu (15/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Saifullah mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi koperasi lokal di tengah tuntutan sistem yang semakin canggih.
Syaifullah menegaskan bahwa kebutuhan setiap koperasi berbeda-beda. Bagi koperasinya yang sudah memiliki infrastruktur dasar seperti kantor dan gudang, kendala utama saat ini adalah akses permodalan.
”Kami sudah berjalan, tetapi dari sistem kami seolah disuruh berlari kencang. Kami sangat membutuhkan kredit modal kerja untuk mengimbangi tuntutan tersebut,” ujar Syaifullah di hadapan Wamenkop.
Perjalanan koperasi ini tidak mulus. Saifullah mengungkapkan adanya fitnah yang menyebutkan koperasinya telah menerima dana sebesar Rp3 miliar, padahal hingga saat ini dana tersebut belum pernah terlihat.
Isu negatif ini berdampak fatal pada kepercayaan masyarakat, dari total anggota Koperasi 120 orang kini hanya tersisa 42 anggota yang bertahan.
“Kami menganggap 42 orang yang tersisa adalah “penyaringan alami” dari mereka yang benar-benar sadar untuk membangun ekonomi bersama, saya hormat untuk mereka,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pola pikir masyarakat yang masih menganggap koperasi hanya sebagai tempat meminjam uang tanpa keinginan untuk menabung.
Lebih lanjut, Saifullah mengungkapkan bahwa Koperasi Selumit sebenarnya telah memulai inovasi produksi pupuk organik dari limbah yang sudah digunakan oleh petani cokelat lokal. Namun, produk ini belum bisa dipasarkan secara luas karena masalah perizinan.
“Kita sudah melakukan upaya uji lab di Sucofindo selama tiga bulan tidak membuahkan hasil karena ketiadaan fasilitas khusus pupuk. Ada opsi pengujian di Laboratorium Bogor namun biayanya Rp 32 Juta, cukup berat bagi kami,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Saifullah juga meminta dukungan Kementerian untuk memberikan kejelasan terkait pengalihan dana dari perbankan (Himbara) ke pihak ketiga, agar Koperasi memiliki kepastian mengenai hak dan kewajiban mereka.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan yang memudahkan langkah mereka agar semangat para anggota tidak padam. (**)













Discussion about this post