BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menargetkan peningkatan layanan air bersih pada tahun 2026 dengan menambah ribuan sambungan rumah baru. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan daerah tersebut berhasil melewati tantangan krisis air akibat perubahan iklim pada 2024 serta melakukan pembenahan infrastruktur sepanjang 2025.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudi Saharudin, menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum percepatan layanan sekaligus peningkatan efisiensi distribusi air kepada masyarakat.
Menurutnya, perusahaan akan memaksimalkan kapasitas produksi serta memperkuat sistem distribusi guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
“Pada 2026 kami fokus pada percepatan layanan sekaligus efisiensi distribusi. Penambahan sambungan baru akan dilakukan di wilayah yang memiliki ketersediaan air memadai agar distribusinya tetap stabil,” ujar Yudi.
Sepanjang 2025, PTMB memilih untuk memprioritaskan pembenahan jaringan distribusi dibanding menambah pelanggan baru. Upaya tersebut difokuskan pada perbaikan pipa induk yang memiliki tingkat kebocoran tinggi di sejumlah titik penting di Balikpapan.
Beberapa kawasan yang menjadi fokus perbaikan antara lain wilayah Grand City dan Agung Tunggal, jalur MT Haryono hingga Transat, serta kawasan Kilometer 11. Pembenahan tersebut bertujuan menekan tingkat kehilangan air sekaligus meningkatkan keandalan jaringan distribusi.
Hasilnya, produksi air PTMB sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan. Total produksi tercatat mencapai sekitar 46,6 juta meter kubik atau naik sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan kondisi jaringan yang semakin stabil serta dukungan tambahan sumber air baku dari revitalisasi sumur dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PTMB optimistis dapat menambah sekitar 12.000 sambungan rumah baru sepanjang 2026.
Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan PTMB tercatat sekitar 119 ribu sambungan rumah dengan cakupan layanan mencapai sekitar 79 persen. Dari sisi kinerja perusahaan, status PTMB juga dinilai dalam kondisi sehat berdasarkan laporan keuangan sementara.
Selain memperluas layanan, perusahaan juga terus menjaga kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan.
Yudi menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur PTMB dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Perencanaan keuangan perusahaan bahkan telah disusun hingga beberapa tahun ke depan guna menjamin keberlanjutan operasional.
“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika distribusi berjalan baik, bukan hanya produksi yang meningkat, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, PTMB berharap dapat memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di Kota Balikpapan.(**)
















Discussion about this post