TARAKAN, Fokusborneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat kedaulatan Rupiah di wilayah beranda terdepan NKRI.
Melalui kebijakan Clean Money Policy, BI Kaltara memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan negara.
Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengungkapkan pengelolaan uang Rupiah di Kaltara memiliki karakteristik khusus yang disebut net outflow.
Berdasarkan data terkini periode Januari hingga April, tercatat angka outflow (uang keluar dari BI ke masyarakat) mencapai Rp800,4 miliar, sementara inflow (uang masuk ke BI) sebesar Rp744 miliar.
Hasiando menjelaskan BI secara rutin melakukan pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar berdasarkan tingkat kulusuhan atau soil level. Pada tahun 2023, puncak pemusnahan mencapai Rp316 miliar.
”Kami sedang mengerjakan apa yang disebut dengan Clean Money Policy. Apabila uang sudah dianggap lusuh dan tidak layak edar, maka kami musnahkan untuk kemudian diganti dengan uang baru atau Hasil Cetak Sempurna (HCS),” ujar Hasiando, Senin (11/5/26).
Strategi distribusi uang di Kaltara dilakukan dengan skala prioritas yang unik. Alih-alih memprioritaskan kota besar seperti Tarakan, BI Kaltara justru mendahulukan distribusi uang baru (HCS) ke titik-titik perbatasan seperti Nunukan dan Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Hasiando menekankan kehadiran uang Rupiah dengan kondisi fisik yang prima di perbatasan merupakan bentuk insentif bagi masyarakat agar tetap bangga dan setia menggunakan mata uang nasional.
“Ketika kita mendorong masyarakat untuk menggunakan Rupiah, kita harus memberikan insentif berupa kelayakan uang yang dipegang. Kami memprioritaskan dropping uang HCS di perbatasan karena ini berkaitan erat dengan kedaulatan Rupiah dan kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Dengan terjaganya kualitas uang di garda terdepan, diharapkan posisi Rupiah semakin dominan dan berdaulat, sekaligus menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pertahanan di wilayah perbatasan.(*/mt)















Discussion about this post