NUNUKAN, Fokusborneo.com – Sektor transportasi laut di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus melangkah maju menuju era digitalisasi.
Salah satu langkah konkretnya ditandai dengan peluncuran (launching) Pelabuhan Siap QRIS, yang kini resmi diterapkan untuk mempermudah layanan di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan.
Melalui program inovasi DIGI-PORT (Transformasi Layanan Kepelabuhanan), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara berupaya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan modern.
Setelah sukses menginisiasi pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan secara digital, kini digitalisasi menyentuh langsung aspek pelayanan penumpang melalui penyediaan fitur QRIS oleh agen-agen penjualan tiket speedboat reguler.
Kepala Dishub Provinsi Kaltara yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (LLASDP), Massahara, menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas moda mobilitas harian masyarakat ini.
“Kami bersyukur bahwa digitalisasi layanan kini memasuki tahap yang lebih maju. Saat ini, agen-agen penjualan speedboat reguler telah menyediakan layanan pembayaran pembelian tiket menggunakan QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan. Ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan transportasi laut di Kaltara, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Nunukan dan sekitarnya,” ujar Massahara.
Massahara menambahkan kehadiran sistem pembayaran nontunai ini memberikan dampak positif yang masif bagi ekosistem transportasi, baik bagi penumpang maupun operator speedboat.
Bagi penumpang, proses transaksi menjadi jauh lebih cepat, efisien, dan aman tanpa perlu repot membawa uang tunai. Sementara bagi operator, QRIS mempermudah proses pencatatan transaksi agar menjadi lebih rapi dan akuntabel.
Langkah strategis ini berhasil diwujudkan berkat sinergi dan dukungan penuh dari Bank Indonesia Perwakilan Kaltara serta pihak perbankan yang menjadi mitra utama dalam membangun ekosistem digital di pelabuhan.
Meskipun pencapaian ini disambut positif, Dishub Kaltara menegaskan mereka tidak akan berhenti di sini. Pihak dinas mengakui pembenahan dan optimalisasi fasilitas serta layanan pelabuhan lainnya akan terus dilakukan secara bertahap.
“Ke depan, kami menargetkan agar berbagai layanan digital seperti ini dapat diterapkan secara meluas di pelabuhan-pelabuhan lain di wilayah Kalimantan Utara. Kami berharap momentum ini memperluas digitalisasi pembayaran di seluruh sektor transportasi demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Massahara.(*/mt)














Discussion about this post