BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Nontunai Nusantara Running (FENTURUN) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi yang kuat, kami ingin memastikan digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
FENTURUN yang telah menjadi agenda tahunan sejak 2024 ini terus berkembang, tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga wadah kolaborasi dan promosi potensi daerah. Mengusung tema keberlanjutan dengan tagline “Step for the Run, Step for the Future”, kegiatan ini mengintegrasikan gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, penguatan UMKM, serta perluasan penggunaan pembayaran digital.
Event FENTURUN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Pantai Kilang Mandiri Balikpapan dengan melibatkan sekitar 3.500 peserta pada kategori 5K, 10K, dan Half Marathon (21K). Kegiatan ini juga akan diramaikan oleh 16 UMKM kuliner unggulan, layanan publik dari berbagai instansi, hingga edukasi literasi digital bagi masyarakat.
Seluruh transaksi selama kegiatan menggunakan QRIS sebagai bentuk implementasi nyata ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan, seperti penggunaan medali berbahan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) serta penyediaan reusable bottle dan paper glass untuk mengurangi sampah plastik.
Robi menambahkan, perkembangan penggunaan QRIS di wilayah kerja BI Balikpapan menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, transaksi QRIS tercatat mencapai 39,28 juta transaksi atau tumbuh 93,72 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi sebesar Rp4,26 triliun atau meningkat 60,01 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai program, seperti SEMARAK QRIS 2026 dan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) yang melibatkan generasi muda dalam mendorong adopsi transaksi digital sekaligus mempromosikan UMKM lokal.
“Digitalisasi pembayaran yang diiringi dengan promosi UMKM diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari peningkatan pendapatan pelaku usaha hingga penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Selain itu, KPwBI Balikpapan juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai program, seperti BERLIAN, ENERGI, dan ELING yang menyasar berbagai segmen, termasuk keluarga dan generasi muda.
Melalui rangkaian FENTURA Series 2026, Bank Indonesia Balikpapan optimistis transformasi digital dapat semakin memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(**)














Discussion about this post