• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Polemik Desil 9 dan 10, Pengamat Ekonomi Sebut Kesejahteraan Harus Dilihat dari Disposible Income

by Redaksi
27/08/2026
in Ekonomi
A A
Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Margiyono: Sinyal Positif Penguatan Rupiah

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Borneo Tarakan, Dr. Margiyono. Foto: ist

​TARAKAN, Fokusborneo.com – Perdebatan mengenai kategorisasi masyarakat dalam Desil 9 dan Desil 10 belakangan ini menyita perhatian publik.

Banyak keluarga dengan pendapatan di bawah Upah Mininum Kabupaten/Kota (UMK) yang merasa keberatan karena dikategorikan sebagai kelompok masyarakat berkecukupan.

Baca Juga

Dulu Gunakan Air Sungai untuk Mandi dan Mencuci, Kini Warga Tanjung Buka Rasakan Manfaat Air Bersih PLN

Penanganan Kelistrikan Melak Berlanjut, PLN Mulai Mobilisasi Mesin Pembangkit Tambahan 5 MW

Wali Mandiri Traktor Hadir di Berau, Sediakan Suku Cadang Truk dan Alat Berat

Di Tengah Tantangan Kelistrikan, PLN Tetap Hadir untuk Masyarakat melalui Program Rumah Cahaya

​Menanggapi fenomena tersebut, Akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) sekaligus Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Margiyono, menilai adanya ketidakrasionalan dalam cara pandang masyarakat maupun penentuan kriteria pendapatan.

​Menurut Margiyono, secara makro indikator perekonomian daerah seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara tergolong sangat tinggi, yakni mencapai hampir Rp150 triliun atas dasar harga berlaku. Namun, hal itu tidak sebanding dengan penerimaan pajak daerah yang relatif masih kecil.

​”Secara teori makro, pendapatan (Y) yang tinggi seharusnya berbanding lurus dengan penerimaan pajak (Tax Ratio). Jika PDRB Kaltara Rp150 triliun, dengan rasio 10 persen saja mestinya bisa menghasilkan pajak Rp15 triliun. Namun faktanya, penerimaan kita baru bergerak di kisaran Rp3 triliun,” ungkapnya, Kamis (27/8/26).

​​Ia menjelaskan kekeliruan pemahaman selama ini terletak pada indikator pendapatan yang digunakan.

Dalam konsep ekonomi yang benar, tingkat kesejahteraan masyarakat seharusnya diukur berdasarkan disposible income atau pendapatan yang siap dibelanjakan (Yd), bukan sekadar pendapatan kotor yang diterima.

​Rumus disposible income mencakup pendapatan dasar yang ditambah dengan seluruh subsidi atau bantuan yang diterima (TR), lalu dikurangi kewajiban pajak (T).

​”Subsidi itu bentuknya luas. Bisa berupa Beasiswa, Bansos, Raskin, bantuan kesehatan, hingga program CSR. Jika seluruh bantuan dan fasilitas negara ini dihitung, maka angka pendapatan riil masyarakat sebenarnya jauh lebih tinggi dari sekadar gaji pokok atau UMK,” jelas Margiyono.

​​Margiyono juga menyoroti adanya fenomena moral hazard serta standar ganda di tengah masyarakat.

Di satu sisi, ada sebagian kelompok masyarakat yang ingin terus mendapatkan insentif dan subsidi pemerintah dengan mengklaim diri berada di kategori miskin. Namun di sisi lain, gaya hidup dan konsumsi riil mereka menunjukkan hal sebaliknya.

​”Banyak yang mengaku miskin, tapi kendaraan di rumah lebih dari dua, memiliki beberapa unit smartphone, hingga mengonsumsi barang-barang tersier. Kendaraan yang mereka pakai itu berjalan di atas jalan tol atau jalan aspal yang dibangun negara, menggunakan fasilitas publik yang dibiayai uang negara. Namun ketika negara ingin mengambil haknya melalui pajak yang adil, muncul penolakan,” kritiknya.

​Ia menambahkan, ketimpangan antara pengeluaran subsidi negara dan penerimaan pajak ini jika dibiarkan dapat mengancam keberlanjutan fiskal daerah maupun nasional.

​Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi yang masif terkait pembenahan data desil ini.

Penataan kriteria ini dinilai penting agar tercipta keadilan fiskal, di mana bantuan tepat sasaran bagi yang benar-benar membutuhkan, sementara negara tetap memiliki kemampuan anggaran untuk membangun infrastruktur publik.(**)

Tags: DesilDr. MargiyonoHeadlineISEIISEI KaltaraPDRBUBTUMK

Berita Lainnya

Daerah

Dulu Gunakan Air Sungai untuk Mandi dan Mencuci, Kini Warga Tanjung Buka Rasakan Manfaat Air Bersih PLN

12 Oktober 2026 17:49
Daerah

Penanganan Kelistrikan Melak Berlanjut, PLN Mulai Mobilisasi Mesin Pembangkit Tambahan 5 MW

12 Oktober 2026 15:20
Daerah

Wali Mandiri Traktor Hadir di Berau, Sediakan Suku Cadang Truk dan Alat Berat

12 Oktober 2026 11:09
Di Tengah Tantangan Kelistrikan, PLN Tetap Hadir untuk Masyarakat melalui Program Rumah Cahaya
Daerah

Di Tengah Tantangan Kelistrikan, PLN Tetap Hadir untuk Masyarakat melalui Program Rumah Cahaya

10 Oktober 2026 20:14
Ekonomi

BI Balikpapan Salurkan Bantuan Karhutla untuk PPU dan Paser

9 Oktober 2026 19:59
Daerah

Pemulihan Kelistrikan Kalimantan Terus Bergerak, 278 MW Pembangkit Sewa Disiapkan Bertahap, 30 MW Telah Beroperasi

9 Oktober 2026 12:35
Next Post

Vonis Handy Aliansyah Turun Jadi 3 Tahun, Korban Harap Kewajiban PT DPK Tuntas

Ditpamobvit Polda Kaltara Lakukan Risk Assessment di Hotel Diamond dan Dinasty Tarakan

Melimpah di Tarakan, Olahan Bandeng Didorong Jadi Produk Ekspor UMKM

Melimpah di Tarakan, Olahan Bandeng Didorong Jadi Produk Ekspor UMKM

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Terapkan Sistem Manajemen Talenta, Ini Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Walikota Tarakan 

    Terapkan Sistem Manajemen Talenta, Ini Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Walikota Tarakan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerebek Sarang Narkoba di Tanjung Selor, Tim Gabungan Polresta Bulungan Amankan Pengedar dan Puluhan Paket Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unit 2 PLTU Kaltim Teluk Kembali Beroperasi, Unit 1 Dipersiapkan Dukung Sistem Kelistrikan Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Siganak Hibot, Transformasi Dari Layar SMPN 7 Menuju Gerakan Karakter Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Putri Peltu Jun Priyanto Borong 7 Medali, Pamela Bersiap Wakili Kaltara di O2SN Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Sikat Peredaran Narkoba di Tanjung Palas Timur, Satresnarkoba Polresta Bulungan Amankan Dua Pria dan 11,76 Gram Sabu

Sikat Peredaran Narkoba di Tanjung Palas Timur, Satresnarkoba Polresta Bulungan Amankan Dua Pria dan 11,76 Gram Sabu

12 Oktober 2026 20:56
Dua Putri Peltu Jun Priyanto Borong 7 Medali, Pamela Bersiap Wakili Kaltara di O2SN Nasional

Dua Putri Peltu Jun Priyanto Borong 7 Medali, Pamela Bersiap Wakili Kaltara di O2SN Nasional

12 Oktober 2026 19:10
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP