Balikpapan Raih Dua Penghargaan, PPU Sabet TP2DD Terbaik di Rakornas 2026
BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kota Balikpapan kembali mencatatkan prestasi di tingkat regional Kalimantan. Dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026, Balikpapan meraih dua penghargaan, sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meraih satu penghargaan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 24-26 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama pemerintah pusat, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah pemangku kepentingan tersebut menjadi forum untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Pada ajang TPID Award 2026, Kota Balikpapan berhasil meraih Juara II TPID Kota/Kabupaten Berkinerja Terbaik Wilayah Kalimantan.
Posisi pertama diraih Kota Tarakan, sedangkan Kota Pontianak menempati peringkat ketiga. Balikpapan berhasil menyisihkan 19 kabupaten/kota lainnya dari 21 daerah penyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Kalimantan.
Capaian tersebut turut didukung realisasi inflasi Kota Balikpapan pada 2025 yang tercatat sebesar 2,71 persen secara tahunan (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2025 sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Pengendalian inflasi dilakukan melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Sejumlah program juga terus dijalankan TPID Kota Balikpapan, di antaranya penguatan pasokan pangan, stabilisasi harga komoditas strategis, kerja sama antardaerah, Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, Operasi Pasar, serta pemantauan harga dan pasokan.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tengah berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca, distribusi dan logistik, serta ketergantungan pasokan sejumlah komoditas strategis dari luar Kalimantan Timur.
Selain penghargaan TPID, Balikpapan juga meraih peringkat III TP2DD Terbaik Tingkat Kota dan Kabupaten dalam Championship TP2DD 2026.
Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara berhasil meraih peringkat II TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Kalimantan.
Capaian tersebut menunjukkan penguatan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah serta perluasan ekosistem digital di kedua daerah.
Digitalisasi diarahkan pada perluasan transaksi nontunai, elektronifikasi penerimaan dan belanja daerah, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, integrasi data dan sistem, serta perluasan kanal pembayaran digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara atas komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong percepatan digitalisasi.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan implementasi berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Robi.
Ke depan, capaian tersebut akan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi TPID dan TP2DD. Pengendalian inflasi diarahkan pada pemetaan sumber tekanan harga secara lebih dini, penguatan ketahanan pasokan pangan, peningkatan konektivitas distribusi, optimalisasi kerja sama antardaerah, serta program stabilisasi harga yang lebih tepat waktu dan sasaran.
Sementara pada sektor digitalisasi daerah, penguatan TP2DD diarahkan pada perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) secara menyeluruh dan peningkatan digitalisasi penerimaan daerah guna mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bank Indonesia berharap berbagai capaian tersebut dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui terjaganya daya beli, ketahanan pangan, efisiensi pengelolaan keuangan daerah, serta kemudahan akses terhadap layanan pemerintah.(**)















Discussion about this post