• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Tembus USD30 Per Ton, Karbon Mangrove Kaltara Simpan Potensi Besar 

by Redaksi
05/11/2026
in Ekonomi
A A

TARAKAN – Hutan mangrove di Kalimantan Utara menyimpan potensi ekonomi menjanjikan melalui skema perdagangan karbon global. Kajian program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) mencatat kawasan mangrove rapat di Kaltara mampu menyimpan karbon hingga 109 ton per hektare dengan estimasi nilai jual mencapai USD30 per ton.

PIU Manager M4CR Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhammad Farid, menjelaskan tingginya cadangan karbon mangrove tidak hanya berasal dari batang dan vegetasi pohon, tetapi juga dari tanah yang menyimpan material organik. Sedimen yang terperangkap di dalam ekosistem serta serasah tumbuhan turut membentuk cadangan karbon dalam jumlah besar.

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Pesisir Kaltara, Program M4CR Dorong Kemandirian Kelompok Usaha dan Petambak

Produksi Perikanan Kelompok Binaan M4CR Kaltara Melonjak Hingga 5 Kali Lipat

SUN Pelopori Elektrifikasi Tambang Terintegrasi, Siapkan Pengembangan Energi 80 MW dan Lebih dari 1.000 Kendaraan Listrik

CIMB Niaga Perkuat Layanan di Kalimantan Timur melalui Peresmian Digital Branch KCP Samarinda Bung Tomo

“Ekosistem mangrove ini memiliki kemampuan menyimpan karbon yang cukup besar. Bukan hanya dari pohonnya, tetapi juga dari tanah di bawahnya. Ada sedimen yang terperangkap, kemudian bercampur dengan serasah-serasah organik. Itu yang membuat cadangan karbon mangrove cukup tinggi dibandingkan ekosistem hutan yang tumbuh di tanah mineral,” ujar Farid.

Perbedaan kondisi vegetasi turut memengaruhi jumlah karbon yang tersimpan. Data M4CR menunjukkan kawasan mangrove dengan kerapatan tinggi memiliki cadangan karbon sekitar 109 ton per hektare. Sementara kawasan dengan kerapatan lebih rendah tercatat sekitar 57 ton dan 25 ton per hektare. Adapun vegetasi nipah memiliki angka sekitar 13 ton per hektare.

Menurut Farid, besarnya cadangan karbon tersebut membuka peluang ekonomi apabila kawasan mangrove dapat dipertahankan dan memenuhi persyaratan perdagangan karbon. Harga karbon di pasar bervariasi, mulai dari USD5 hingga USD20 per ton, bahkan berpotensi mencapai USD30 per ton bergantung pada kualitas proyek dan standar verifikasi yang digunakan.

“Sekarang karbon sudah memiliki nilai ekonomi dan ada pasar yang memperdagangkannya. Harga yang kami ketahui ada yang sekitar USD5 per ton, tetapi di pasar internasional bisa mencapai USD20 bahkan USD30 per ton. Tentu harga tersebut bergantung pada kualitas proyek, bagaimana perhitungan karbonnya, serta standar yang digunakan,” ungkapnya.

Skema perdagangan tersebut memungkinkan perusahaan atau pihak yang menghasilkan emisi membeli kredit karbon dari proyek yang menjaga cadangan karbon di kawasan tertentu. Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan pembelian atau purchase agreement setelah jumlah karbon dalam proyek dihitung dan memenuhi standar verifikasi.

“Konsepnya, perusahaan yang menghasilkan emisi dapat membeli kredit karbon dari proyek yang menjaga ekosistem. Jadi, ada pihak yang melakukan emisi dan ada pihak yang menjaga kawasan sehingga karbonnya tetap tersimpan. Transaksinya dilakukan berdasarkan kesepakatan pembelian, dengan jumlah karbon yang sudah dihitung dan diverifikasi sesuai standar,” terangnya.

Untuk memastikan jumlah cadangan karbon, penghitungan tidak hanya dilakukan berdasarkan kondisi vegetasi yang terlihat di permukaan. M4CR juga melakukan pengambilan sampel tanah guna mengetahui kandungan karbon di bawah permukaan. Kajian tersebut mencakup 20 plot permanen serta 200 titik pengambilan sampel tanah yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung.

“Perhitungan karbon tidak bisa dilakukan hanya dengan memperkirakan kondisi hutan dari atas. Kami mengambil sampel vegetasi melalui plot permanen dan sampel tanah yang tersebar di beberapa wilayah. Ada 20 plot permanen dan 200 titik pengambilan sampel tanah di Bulungan, Nunukan, serta Tana Tidung. Hasilnya dianalisis untuk mengetahui berapa cadangan karbon yang sebenarnya,” beber Farid.

Potensi ekonomi tersebut juga berkaitan dengan upaya mempertahankan kawasan mangrove dari perubahan fungsi lahan. Farid menyebut aktivitas pembukaan kawasan untuk tambak termasuk ancaman yang dapat mengurangi tutupan mangrove. Ketika pohon ditebang dan kawasan mengalami kerusakan, karbon yang sebelumnya tersimpan dalam vegetasi maupun tanah berpotensi terlepas.

“Kita melihat ada kawasan mangrove yang mengalami tekanan akibat pembukaan lahan, termasuk untuk tambak. Kalau aktivitas seperti ini terus berlangsung, cadangan karbon yang tersimpan di dalam tanah dan pohon bisa hilang. Padahal, kalau dikelola secara berkelanjutan, mangrove memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar dan manfaat ekologis yang bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Dalam pengembangan proyek, M4CR menyiapkan dua pendekatan aksi mitigasi. Pertama, restorasi melalui penanaman kembali pada kawasan mangrove yang telah terbuka. Kedua, perlindungan terhadap hutan mangrove yang masih terjaga agar tidak mengalami kerusakan maupun penurunan kualitas ekosistem.

“Dalam proyek ini ada dua pendekatan yang dilakukan. Kawasan yang sudah terbuka ditangani dengan restorasi atau penanaman kembali, sedangkan mangrove yang masih bagus dijaga agar tidak mengalami kerusakan. Keduanya sama-sama masuk dalam aksi mitigasi karena penanaman dapat menambah cadangan karbon, sementara perlindungan mempertahankan karbon yang sudah tersimpan,” jelasnya.

Farid menegaskan, nilai ekonomi dalam perdagangan karbon berasal dari cadangan karbon yang tetap tersimpan di dalam ekosistem, bukan dari pemanfaatan kayu mangrove. Dengan skema tersebut, menjaga tutupan hutan dan mempertahankan kondisi kawasan justru menjadi bagian utama untuk menghasilkan nilai ekonomi karbon.

“Yang memiliki nilai dalam perdagangan karbon ini adalah cadangan karbon di dalam ekosistemnya, bukan kayu atau pohon yang ditebang. Justru hutannya harus dipertahankan. Kalau mangrovenya ditebang, karbon yang tersimpan bisa terlepas. Jadi, nilai ekonominya muncul ketika kawasan tetap terjaga dan cadangan karbonnya dapat dibuktikan melalui pengukuran,” tegas Farid. (**)

 

Berita Lainnya

Geliatkan Ekonomi Pesisir Kaltara, Program M4CR Dorong Kemandirian Kelompok Usaha dan Petambak
Ekonomi

Geliatkan Ekonomi Pesisir Kaltara, Program M4CR Dorong Kemandirian Kelompok Usaha dan Petambak

5 November 2026 15:16
Ekonomi

Produksi Perikanan Kelompok Binaan M4CR Kaltara Melonjak Hingga 5 Kali Lipat

5 November 2026 15:10
SUN Pelopori Elektrifikasi Tambang Terintegrasi, Siapkan Pengembangan Energi 80 MW dan Lebih dari 1.000 Kendaraan Listrik
Daerah

SUN Pelopori Elektrifikasi Tambang Terintegrasi, Siapkan Pengembangan Energi 80 MW dan Lebih dari 1.000 Kendaraan Listrik

4 November 2026 22:00
Ekonomi

CIMB Niaga Perkuat Layanan di Kalimantan Timur melalui Peresmian Digital Branch KCP Samarinda Bung Tomo

4 November 2026 19:53
Polemik Gaji Karyawan Dicicil, Manajemen PT Intracawood Beberkan Alasannya
Daerah

Polemik Gaji Karyawan Dicicil, Manajemen PT Intracawood Beberkan Alasannya

4 November 2026 13:14
Daerah

Mahasiswa Uniba Observasi IPAM Kampung Damai, Pelajari Teknologi Pengolahan Air Minum

2 November 2026 16:03
Next Post

Produksi Perikanan Kelompok Binaan M4CR Kaltara Melonjak Hingga 5 Kali Lipat

Geliatkan Ekonomi Pesisir Kaltara, Program M4CR Dorong Kemandirian Kelompok Usaha dan Petambak

Geliatkan Ekonomi Pesisir Kaltara, Program M4CR Dorong Kemandirian Kelompok Usaha dan Petambak

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Gaji Dibayar Dicicil, Karyawan Intracawood Mengadu ke DPRD Tarakan

    Gaji Dibayar Dicicil, Karyawan Intracawood Mengadu ke DPRD Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pascakebakaran Hutan di Tahura Bukit Soeharto, Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Setiap Liter Berarti, Pertamina Patra Niaga Kalimantan Jaga Ketepatan Takaran BBM di SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SKK Migas Gandeng Insan Pers Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polemik Gaji Karyawan Dicicil, Manajemen PT Intracawood Beberkan Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Geliatkan Ekonomi Pesisir Kaltara, Program M4CR Dorong Kemandirian Kelompok Usaha dan Petambak

Geliatkan Ekonomi Pesisir Kaltara, Program M4CR Dorong Kemandirian Kelompok Usaha dan Petambak

5 November 2026 15:16

Produksi Perikanan Kelompok Binaan M4CR Kaltara Melonjak Hingga 5 Kali Lipat

5 November 2026 15:10
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP