BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) melaksanakan kunjungan kerja ke lokasi Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), atau program CSR perusahaan di Kalimantan Timur pada 30 Juni–1 Juli 2026. Kunjungan ini dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ke dua lokasi program PPM, yakni Ekoriparian Sungai Hitam Lestari di Kutai Kartanegara dan Waste to Energy for Community (Wasteco) di Balikpapan.
Manager Communication Relations & CID (CRC) PHI, Dony Indrawan, menyampaikan bahwa kegiatan PPM merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dalam mendukung kemandirian masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. “Untuk memastikan bahwa program-program PPM atau CSR ini memberikan manfaat dan dampak yang nyata bagi masyarakat di wilayah operasi migas perusahaan, kami secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi, antara lain dengan mengunjungi langsung lokasi program dan berdialog dengan masyarakat penerima manfaat dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Pada kunjungan kali ini, PHI menggandeng tim dari Ditjen Migas Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi langsung di lokasi program PPM yang dikelola oleh anak perusahaan dan afiliasi PHI. Kegiatan bersama ini sekaligus menunjukkan komitmen dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang kuat di sektor hulu migas sebagai fondasi penting dalam mendukung prinsip keberlanjutan. ’’Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kesamaan pemahaman tentang dinamika industri hulu migas, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta peluang kolaborasi untuk terus mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional,’’ tuturnya.
Dony menambahkan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi dan komunikasi untuk berbagi informasi mengenai kondisi terkini operasi perusahaan, komunikasi publik, serta berbagai inisiatif strategis yang dijalankan oleh PHI di wilayah kerja migas di Kalimantan. Sebelum pelaksanaan monev ke lapangan, di hadapan perwakilan Ditjen Migas dan SKK Migas, Dony memaparkan berbagai upaya dan pencapaian PHI dalam memperkuat aspek komunikasi, relasi pemangku kepentingan, dan program PPM demi mendukung keberhasilan operasi hulu migas dan meningkatkan reputasi positif perusahaan.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul, Haryanto Syafri, menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas institusi agar pengelolaan isu dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah. Menurutnya, setiap capaian positif industri hulu migas perlu didokumentasikan dan disampaikan secara konsisten kepada masyarakat. “Mari kita kumpulkan setiap informasi dan berita baik, lalu sampaikan kepada publik dengan semangat dan narasi yang positif. Dengan komunikasi yang kuat, kita dapat membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menunjukkan kontribusi nyata industri hulu migas bagi bangsa,” ujarnya.
Koordinator Humas Ditjen Migas, Akhmad Fauzi Budiman, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan monev ini dan kinerja PHI dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui capaian produksi yang positif. Ia menambahkan, komitmen perusahaan dalam menjalankan program PPM menjadi bukti bahwa keberhasilan industri hulu migas tidak hanya diukur dari aspek operasional, melainkan juga dari kontribusinya bagi masyarakat. “Kami berharap sinergi yang telah terjalin ini terus diperkuat, sehingga upaya menjaga ketahanan energi nasional dapat berjalan seiring dengan terciptanya manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Kunjungan monev kali ini diawali ke lokasi Ekoriparian Sungai Hitam Lestari, yang berlokasi di Kecamatan Samboja, sekitar 58 km sebelah utara Kota Balikpapan. Program Ekoriparian Sungai Hitam Lestari adalah program PPM unggulan PT Pertamina EP Sangasanga Field yang berfokus pada konservasi satwa bekantan (Nasalis larvatus) dan restorasi 120 hektare hutan mangrove. Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, namun juga mampu menyerap sekitar 265,48 ton CO₂eq emisi karbon per tahun, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan membangun desa wisata di wilayah ini melalui kegiatan susur sungai, dan pengembangan produk makanan minuman dari potensi tanaman lokal, seperti mangrove dan nipah.
Selanjutnya, rombongan meninjau Program Wasteco, sebuah program PPM unggulan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang berhasil memanfaatkan gas metana dari sampah organik di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar, Balikpapan, menjadi sumber energi alternatif yang dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sejak diimplementasikan pada 2021, Program Wasteco telah membantu mengurangi pengeluaran bulanan lebih dari 380 rumah tangga untuk pembelian gas tabung LPG, mengembangkan bank sampah, serta melahirkan UMKM yang mampu menghasilkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, program ini berhasil mendukung pengurangan yang signifikan emisi gas rumah kaca sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
PHI meyakini bahwa hubungan yang harmonis dan komunikasi yang berkelanjutan dengan pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan semakin memperkuat dukungan terhadap keberlangsungan operasi hulu migas yang selamat, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan b agian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9 dan Zona 10 sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pada 2025, PHI mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebesar 58 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 630 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya bekerja sama dengan SKK Migas menjalankan operasi hulu migas yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan produksi migas nasional dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. PHI berkantor pusat di Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia di https://phi.pertamina.com.(**)












Discussion about this post