Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Fokus · 18 Nov 2019 08:31 WITA ·

Kenang Jasa Pahlawan, Komunitas Tarakan Tempo Doeloe Bersih-bersih Situs Sejarah


Aksi Bersih Situs Sejarah Oleh Komunitas Tarakan Tempoe Doeloe di Bunker Peninggalan Perang Dunia ke II di Tarakan Poto: Istimewa Perbesar

Aksi Bersih Situs Sejarah Oleh Komunitas Tarakan Tempoe Doeloe di Bunker Peninggalan Perang Dunia ke II di Tarakan Poto: Istimewa

TARAKAN – Memperingati Hari Pahlawan Komunitas Tarakan Tempo Doeloe (TTD) kembali melakukan aksi bersih-bersih situs sejarah peninggalan perang dunia ke II di Kota Tarakan, Minggu (17/11/2019). Upaya ini sekaligus untuk menjaga dan melestarikan situs cagar budaya agar tetap lestari demi generasi yang akan datang.

“Kegiatan kami mulai pukul 3 sore, titik kumpul di tugu 10 November Jalan Jenderal Sudirman. Sebelum memulai aksi bersih seluruh anggota TTD mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, seanjutnya membersihkan tugu dan sedikit edukasi sejarah berdirinya tugu 10 November di Tarakan,” ujar Koordinator Media Informasi TTD Muh. Nurung.

Aksi Bersih Situs Sejarah Oleh Komunitas Tarakan Tempoe Doeloe di Tugu 10 November Tarakan Poto: Istimewa

Setelah melakukan bersih-bersih di tugu Pahlawan, komunitas TTD bergerak menuju Kawasanan Bandar Udara Juwata Tarakan, tepatnya disekitar hanggar MAF, untuk membersihkan dua situs sejarah jenis pillbox atau bunker.

“Bersih-bersih situs ini juga dibantu Komunitas Bebas Sampah dan Anggota TNI AU. Sebenarnya kegiatan ini merupakan program kerja rutin setiap bulan di minggu kedua anggota TTD,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan aksi ke 7 semenjak TTD terbentuk April 2019. Selama aksi bersih-bersih sudah ada 15 situs sejarah yang telah dibersihkan khususnya situs peninggalan perang dunia ke II seperti jenis bunker/pillbox, gudang logistik dan beberapa situs lainnya.

“Kami melihat pemerintah sudah bekerja maksimal menjaga dan melestarikan situs sejarah. Sebab beberapa situs terlihat ada perawatan meski tidak maksimal karena terkendala anggaran yang sedikit dan SDM yang tidak tepat serta lemahnya pengawasan,” terangnya.

Kedepan pemerintah bisa menggandeng dan bersinergi dengan komunitas TTD untuk bersama-sama mencari solusi terbaik agar situs-situs tetap terjaga dan lestari.

Baca Artikel Terkait: – Komunitas TTD Bersihkan Bunker Perang Dunia ke II

Wisata Sejarah Benteng Van Den Bosch di Ngawi

“Kami berharap agar generasi muda Kota Tarakan bisa lebih peduli terhadap peninggalan bersejarah yang ada dan bersama-sama ikut melestarikan situs-situs cagar budaya bersama komunitas TTD demi generasi yang akan datang,” tutupnya. (spo/aii)

 

Artikel ini telah dibaca 510 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Damai Tuntut Edy Mulyadi Ditangkap, Kapolres Tarakan: Secepatnya Kita Sampaikan ke Atas

25 Januari 2022 - 10:42 WITA

Gudang Berikat Perumda Tarakan Aneka Usaha Resmi Beroperasi

24 Januari 2022 - 14:08 WITA

Hasan Basri Usulkan Kepala Otorita IKN, Berasal dari Putra/Putri Pulau Kalimantan

24 Januari 2022 - 07:12 WITA

Tim Trail Trabas KTT Jajal Rute Tarakan

23 Januari 2022 - 06:10 WITA

Untuk Pertama Kalinya Kota Tarakan Zero Kasus Covid-19 

22 Januari 2022 - 16:05 WITA

Usai Kunjungi Kubedistik Tarakan, Mensos Risma Kirimkan Bantuan Mesin Jahit dan Kursi Roda

21 Januari 2022 - 13:48 WITA

Trending di Daerah