TARAKAN, Fokusborneo.com – Tonggak baru pembinaan olahraga bela diri di Kalimantan Utara (Kaltara) resmi dimulai.
Ketua Umum Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK) Nasional, Aldina Olii, secara resmi melantik Pengurus YPOK Provinsi Kalimantan Utara masa bakti 2025-2030 di Pondles, Kampung Bugis, Kota Tarakan, pada Selasa (23/12/25).
Di bawah kepemimpinan Guntur Irayudin, SE, kepengurusan baru ini mengusung tema besar “Membangun Generasi Emas Melalui Pendidikan dan Pembinaan Karate YPOK Kaltara”.
Acara ini menjadi momentum penguatan kelembagaan untuk mencetak atlet berprestasi sekaligus pemuda berkarakter di Bumi Benuanta.

Dalam sambutannya, Ketua YPOK Kaltara terpilih, Guntur Irayudin, SE, menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial, melainkan awal tanggung jawab besar.
”YPOK hadir bukan hanya sebagai wadah prestasi, tetapi sebagai media pembentukan karakter. Kami ingin melahirkan pemuda yang disiplin, tangguh, dan sehat. Oleh karena itu, sinergi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, Pendidikan, hingga Kesehatan sangat strategis untuk mewujudkan pembinaan karate yang terpadu,” ujar Guntur.
Sebagai langkah konkret, YPOK Kaltara akan segera menggelar Rapat Kerja (Raker) pada hari Rabu (24/12/25) untuk menyusun program kerja jangka pendek dan menengah, termasuk penguatan lembaga pendidikan karate di seluruh pelosok Kaltara.
Ketua KORMI Kaltara Achmad Djufrie, yang diwakili Satrio Purbokusumo, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi YPOK Kaltara. Ia mencatat rekam jejak emas YPOK di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VI (Sumsel) 1 Emas, 1 Perak, FORNAS VII (Jawa Barat) 3 Emas, dan FORNAS VIII (NTB) 1 Emas.
”Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa YPOK Kaltara adalah organisasi yang sehat secara administrasi dan luar biasa secara prestasi. Kami titipkan pesan agar pengurus baru terus memperkuat etika dan sportivitas atlet sejak usia dini,” tegas Satrio.

Ketua Umum YPOK Nasional, Aldina Olii, dalam arahannya memuji efektivitas pengiriman atlet Kaltara yang selalu berhasil membawa pulang medali meski dengan jumlah personel terbatas.
Ia secara khusus menyebut nama Naufal Anis Marzuki, atlet andalan Kaltara yang konsisten meraih emas sejak FORNAS pertama hingga terakhir, yang kini juga dipercaya sebagai Bidang Prestasi.
”Kaltara ini unik, kirim sedikit atlet tapi hasilnya selalu emas. Harapan saya, menuju FORNAS IX 2027 di Sulawesi Tengah, dengan dukungan KORMI dan pengurus baru, Kaltara bisa mengirimkan lebih banyak atlet untuk mendominasi perolehan medali nasional,” ungkap Aldina.(*/mt)















Discussion about this post