TARAKAN, Fokusborneo.com – Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Organisasi Olahraga Kebugaran Indonesia (ORKI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berkomitmen dalam mencetak instruktur senam yang berkualitas.
Melalui naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), ORKI Kaltara menggelar Training For Instructor (TFI) Kaltara Batch 2 yang berlangsung di Asrama Haji Provinsi Kaltara, Kota Tarakan selama dua hari, 10-11 April 2026.
Kegiatan ini mengusung tema besar “Instruktur Berkarakter, Profesional, Mandiri, dan Berdaya Juang.”
Ketua Inorga ORKI Provinsi Kaltara, Tri Setyo Waluyo, menjelaskan perjalanan ORKI di Kaltara telah dimulai sejak tahun 2023. Berawal dari pembentukan komunitas senam di Taman Berkampung dan pelaksanaan TFI Batch 1, kini ORKI Kaltara memasuki babak baru di bawah kepengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) tahun 2025.
”Tugas langsung saya setelah diamanahkan menjadi Ketua adalah melaksanakan TFI 2026 ini. Harapannya, setelah pelatihan ini para peserta kembali ke daerah masing-masing untuk melakukan drill, membuka kelas senam, dan membentuk kepengurusan ORKI di tingkat daerah,” ujar Tri Setyo.
Ia menargetkan dalam masa kepengurusannya, ORKI harus sudah terbentuk di empat kabupaten dan satu kota di Kaltara, yakni Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Tarakan. Meski dilaksanakan secara swadaya dengan prinsip kesederhanaan, Tri Setyo menekankan esensi kegiatan tetap terjaga.
”Kami mencari tempat yang paling terjangkau agar teman-teman bisa ikut. Makan seadanya tapi sehat karena fokus kita adalah kebugaran. Kami ingin instruktur ini nantinya bisa mengolahragakan masyarakat karena sehat belum tentu bugar, tapi bugar sudah pasti sehat,” imbuhnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pengurus Pusat (PP) ORKI, Defrizal, yang memberikan sambutan secara virtual, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi pengurus Kaltara.
Ia menekankan TFI bukan sekadar pelatihan teknis gerak, melainkan transformasi diri dari “zero to hero”.
”Mungkin biasanya Ibu-ibu memasak di dapur, namun setelah ini tiba-tiba menjadi pemimpin di lapangan, jago public speaking, dan menjadi penasihat nutrisi bagi membernya. Ini luar biasa,” kata Defrizal.
Ia menjelaskan empat nilai utama (value) yang harus dimiliki instruktur ORKI yaitu pertama berkarakter dengan memiliki integritas, disiplin kuat, dan menjadi contoh yang baik (Uswatun Hasanah). Kedua profesional dengan menguasai teknik dan keilmuan olahraga kebugaran.
Ketiga mandiri artinya mampu mengelola komunitas secara swadaya. Serta keempat, berdaya juang. Kenapa karena instruktur harus memiliki semangat pantang menyerah dalam memasyarakatkan olahraga.
Defrizal menambahkan kehadiran instruktur-instruktur baru di Kaltara akan sangat membantu tugas KORMI dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
”Membugarkan masyarakat adalah tanggung jawab kolektif. Dengan masyarakat yang bugar, produktivitas akan meningkat dan beban anggaran kesehatan seperti BPJS bisa ditekan. Instruktur ORKI jangan sampai jadi biang gosip, tapi harus menjadi sumber energi positif di lingkungannya,” tegasnya.
Melalui slogan “Bugar Sepanjang Usia”, ORKI Kaltara berharap lulusan TFI Batch 2 ini mampu menjadi pelopor kebugaran yang membawa dampak nyata bagi kesehatan masyarakat di pelosok Kaltara.(*/mt)















Discussion about this post