TARAKAN, Fokusborneo.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk masa bakti 2026–2030 yang berlangsung khidmat di Hotel Diamond Kota Tarakan, Jumat (4/9/26).
Forum tertinggi kepemimpinan organisasi taekwondo tingkat provinsi ini, menjadi ajang konsolidasi penting dalam menentukan arah kebijakan pembinaan atlet serta menyusun program kerja jangka panjang.
Musprov kali ini mengusung tema “Melalui Musprov 2026, Bersatu dan Berdampak bagi Prestasi TI di Kaltara”. Kegiatan ini diikuti secara penuh oleh perwakilan dari lima Pengurus Kabupaten dan Pengurus Kota (Pengkab/Pengkot) se-Kalimantan Utara, yaitu Pengkot TI Tarakan, Pengkab TI Bulungan, Pengkab TI Nunukan, Pengkab TI Malinau, serta Pengkab TI Tana Tidung.

Kehadiran seluruh pengurus daerah ini mempertegas komitmen bersama dalam memajukan olahraga bela diri taekwondo di wilayah perbatasan.
Dalam pidato pembukaannya, Ketua Pengprov TI Kaltara periode sebelum Daud Nawir menegaskan Musprov bukan sekadar agenda rutin memilih nakhoda baru. Forum ini harus dijadikan ruang evaluasi yang jujur, ajang memperkuat persaudaraan, serta tempat merumuskan langkah taktis demi pembinaan berkelanjutan.
”Prestasi Taekwondo Kalimantan Utara lahir dari kerja bersama antara pengurus, pelatih, wasit, atlet, hingga dukungan pemerintah daerah dan KONI. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi harus tetap satu tujuan untuk memajukan Taekwondo Kalimantan Utara,” tegasnya.

Dukungan dan apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI). Ketua Umum PB TI, Letjen Richard Tampubolon, yang diwakili Ketua Bidang Organisasi PB TI, Henry Juanda menyambut baik atas terselenggaranya musyawarah provinsi yang berjalan secara demokratis, tertib, dan kondusif ini.
Dalam amanat tertulisnya, Letjen Richard Tampubolon berpesan agar pengurus terpilih nantinya dapat menjadikan momentum periode baru ini untuk memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas SDM taekwondo.
”Musprov merupakan forum penting untuk menyusun program kerja terukur demi peningkatan prestasi atlet. Jadikan amanah kepemimpinan ini sebagai tanggung jawab untuk membawa Taekwondo Kaltara semakin diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Letjen Richard Tampubolon.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Kaltara, Muhammad Nasir, menyatakan kesiapan KONI untuk senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap kepengurusan yang terbentuk.
Menurutnya, kesolidan internal kepengurusan Taekwondo Indonesia Kaltara sangat dibutuhkan, mengingat tantangan kejuaraan ke depan semakin kompetitif, salah satunya menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
“Musprov ini bukan sekadar memilih ketua baru, melainkan momentum perencanaan pembinaan prestasi secara matang. KONI Kaltara siap terus mendukung agar Taekwondo Kaltara mampu melahirkan atlet-atlet unggulan,” ujar Muhammad Nasir.
Dengan keterlibatan aktif dari lima Pengkab/Pengkot se-Kaltara dan sinergi bersama KONI serta PB TI, Musprov TI Kaltara 2026–2030 ini diharapkan melahirkan nakhoda baru yang progresif.
Kepemimpinan yang kokoh diproyeksikan mampu mencetak atlet-atlet berintegritas, berkarakter, dan siap memberikan dampak nyata bagi kejayaan olahraga Kaltara di panggung nasional maupun dunia.(*/mt)














Discussion about this post