TARAKAN, Fokusborneo.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tarakan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan, Sabtu (10/10/26).
Forum tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang rutin evaluasi program dan pelaporan keuangan 2025, tetapi langsung dijadikan panggung konsolidasi untuk mengunci dua target besar yaitu kesiapan Kontingen Tarakan menuju Porprov II Kaltara dan peta jalan suksesi kepengurusan 2027.
Wakil Ketua KONI Tarakan, Bismark Sanusi, yang memimpin jalannya pembukaan Raker menegaskan masa persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Malinau sudah memasuki fase krusial.
Dengan jadwal pembukaan (opening ceremony) yang ditetapkan pada 10 November 2026, seluruh jajaran pengurus cabang olahraga (cabor) diinstruksikan untuk menyamakan ritme kerja dan memangkas hambatan birokrasi.
Bismark menggarisbawahi agenda paling krusial dalam Raker kali ini adalah menyimak secara mendalam pemaparan teknis dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan. Penjelasan Disbudporapar dinilai menjadi kompas utama untuk memastikan kesiapan fisik, mental, hingga dukungan logistik para atlet yang akan berlaga.
“Poin utama yang paling mendesak bagi kita saat ini adalah mendengar penjelasan detail dari Kepala Disparpora. Ingat, tanggal 10 November 2026 arena pertempuran sudah dibuka. Waktu kita sangat terbatas, jadi kesiapan atlet dan cabor tidak boleh lagi sebatas laporan di atas kertas,” tegas Bismark saat menyampaikan sambutan.
Ia mendesak seluruh perwakilan cabor untuk bersikap terbuka dan memanfaatkan Raker sebagai ruang eksekusi. Segala kendala pemusatan latihan, progress atlet, hingga inventarisasi kebutuhan kontingen harus dituntaskan secara presisi agar Kota Tarakan mampu mempertahankan dominasi prestasinya di tingkat provinsi.
Di samping persoalan pembinaan prestasi jangka pendek, Raker KONI Tarakan kali ini juga menyentuh isu strategis terkait masa depan organisasi.
Mengingat masa bakti kepengurusan KONI Tarakan periode berjalan akan resmi berakhir pada 2027, Bismark menegaskan wacana regenerasi kepemimpinan wajib mulai dirancang dari sekarang.
Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin iklim internal organisasi tetap kondusif, transparan, dan berjalan ketat sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
“Proses estafet kepemimpinan tidak boleh dilakukan secara mendadak. Mekanisme suksesi untuk pemilihan Ketua KONI periode berikutnya harus kita bedah dan cicil dari Raker ini. Keterbukaan sejak awal adalah kunci agar transisi berjalan mulus tanpa mengganggu konsentrasi atlet yang sedang dibina,” lanjutnya.
Selain dua isu utama tersebut, Raker yang dihadiri puluhan pengurus cabor se-Kota Tarakan ini juga membedah laporan pertanggungjawaban keuangan 2025, evaluasi capaian program kerja tahun lalu, serta pembahasan permohonan verifikasi calon anggota cabor baru yang akan bergabung di bawah naungan KONI Tarakan.
Bismark memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan komitmen penuh seluruh pengurus cabor. Ia optimistis, hasil keputusannya nanti akan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan ekosistem olahraga di Kota Tarakan.
“Saya mengapresiasi keaktifan seluruh peserta Raker. Keterbukaan dan ketegasan dalam forum ini sangat penting agar setiap keputusan yang kita ambil benar-benar berdampak langsung bagi peningkatan prestasi olahraga Tarakan di kancah regional maupun nasional,” pangkas Bismark.
Melalui penyelenggaraan Raker 2026 ini, KONI Tarakan menegaskan posisinya untuk memperketat koordinasi, menuntaskan evaluasi internal, serta memastikan Kontingen Kota Tarakan datang ke Kabupaten Malinau pada November mendatang dengan status siap tempur.(**)














Discussion about this post