• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Triple Intervention Penguatan Rupiah

Opini Oleh: Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M. Dosen STIE Bulungan Tarakan

by Redaksi
4 Mei 2020 00:28
in Opini
A A
0
Triple Intervention Penguatan Rupiah

Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M Dosen STIE Bulungan Tarakan

OPINI – Pertumbuhan ekonomi secara global masih mengalami penurunan dan risiko resesi perikonomian global meningkat dikarenakan penurunan permintaan dan terganggunya produksi terbatasnya mobilitas manusia sejalan kebijakan yang diberlakukan oleh masing-masing negara di dunia, mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19.

Pertumbuhan ekonomi negara maju diprakirakan terkontraksi atau menurun cukup dalam disebabkan dampak Covid-19 yang mendorong ketidakpastian multi aspek, pola pandemic, gangguan pasokan, perubahan perilaku, efek kepercayaan, harga komoditas fluktuasi dll.

Baca Juga

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan

Berdasarkan Recent Economic Development (RED) April 2020 oleh Bank Indonesia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada 2020 diprakirakan terkontraksi cukup dalam akibat penurunan aktivitas ekonomi terdampak Covid-19, meski kebijakan fiscal dan moneter ultra-akomodatif telah diterapkan. Inflasi AS di bawah target disertai dengan ekspetasi inflasi yang menurunkan signifikan. Begitu pula dengan negara Tiongkok, ekonomi mengalami perlambatan disebabkan dampak Covid-19 di Tiongkok dan efek rambatan pelemahan negara lain yang menyebabkan penurunan permintaan dan gangguan rantai suplai global.

Kondisi yang sama juga dialami oleh Indonesia, penurunan pertumbuhan ekonomi pada 2020 akibat Covid-19, penurunan ekspor pada 2020 akibat melambatnya permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran dunia, serta rendahnya harga komoditas global. Ekspor jasa juga mengalami penurunan terutama pada sector pariwisata yang diakibatkan terhambatnya proses mobilitas antar negara sejalan dengan upaya memitigasi risiko perluasan Covid-19.

Penurunan wisman (Wisatawan Mancanegara) pada beberapa bandara di Indonesia, Bandara Ngurah Rai pada Februari 2020 mengalami penurunan -19,8% sedangkan pada Maret 2020 mengalami penurunan sangat tajam sebesar -62,5%. Bandara Soekarno Hatta pada Februari 2020 mengalami penurunan -22,4% dan Maret 2020 penurunan -69,5%. Bandara Juanda pada Februari 2020 mengalami penurunan -19,8% sedangkan Maret 2020 mengalami penurunan sebesar -69,9%, begitu pula Bandara yang lainnya hampir semuanya mengalami penurunan Wisman.

Dampak Covid-19 juga dialami pada konsumsi rumah tangga yang mengalami pelambatan pertumbuhan yang disebabkan adanya penurunan pendapatan masyarakat akibat pembatasan social dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, turunnya pendapatan ekspor dan melemahnya keyakinan konsumen.

Penurunan juga dialami oleh sector investasi, dikarenakan adanya melemahnya ekspor barang dan jasa serta menurunnya produksi. Penurunan berbagai indikator dini investasi, seperti penjualan semen, PMI manufaktur, mengindikasi perlambatan investasi.

Bank Indonesia telah menempuh berbagai langkah kebijakan dan memperkuat koordinasi untuk menjaga stabiltas moneter dan pasar keuangan, termasuk memitigasi risiko Covid-19. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 13 – 14 April 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7- Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) sebesar 4,50 %, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,25%  serta penguatan kebijakan bauran.

Ketidakpastian pasar keuangan global yang saat ini relative tinggi merupakan pertimbangan dari keputusan Bank Indonesia dalam mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4.50% dikarenakan perlunya menjaga stabilitas eksternal, meskipun Bank Indonesia juga melihat adanya ruang penurunan suku bunga dengan rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi, selain itu Bank Indonesia juga memperhatikan stabilitas dan penguatan nilai tukar Rupiah.

Dalam penguatan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia melakukan intensitas kebijakan triple intervention melalui spot, Domestic Non-deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian SBN dari pasar sekunder. Pada intervensi di spot, dengan menjual valas untuk menahan pelemahan nilai rupiah, dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) merupakan instruimen lindung nilai dengan transaksi yang penyelesaian transaksi dilakukan dalam mata uang Rupiah, sedangkan intervesi pada pembelian SBN dari pasar sekunder dimaksudkan Bank Indonesia membeli SBN yang dilepas oleh investor asing, termasuk bank-bank, perbankan dalam negeri juga membeli SBN yang dilepas oleh asing. Langkah intervensi yang dilakukan Bank Indonesia ini merupakan upaya stabilitasi nilai tukar Rupiah  di tengah keluarnya aliran modal asing  terspon oleh pasar, kebijakan ini diyakini akan mempengaruhi pasar keuangan.

Mengapa intervensi Bank Indonesia pada tiga komponen tersebut ?

Di semua negara mengalami tekanan dipasar keuangan, tidak hanya di Indonesia yang disebabkan oleh investor global yang menghadapi ketidakpastian sangat tinggi, adanya dampak Covid-19. Bank Indonesia untuk menyakinakan investor dengan terus menerus berada di pasar menjaga kepercayaan investor dan meredam tekanan di pasar keuangan melalui triple intervention, spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.

Dengan adanya hal tersebut maka diyakini bahwa nilai tukar Rupiah akan tetap stabil, pada 13 April 2020 nilai tukar Rupiah menguat 4,35% meskipun Rupiah masih mencatat depresi sekitar 11,18% disbanding dengan level akhir 2019. Ditempuhnya berbagai kebijakan dan didukung oleh berlanjutnya pasokan valas dari pelaku domestic sehingga menopang stabilitas nilai tukar Rupiah dan menyebabkan perkembangan Rupiah yang kembali menguat.

Stabilitas nilai tukar Rupiah diyakini dapat memadai untuk mendukung penyesuaian perekonomian, dan diperkirakan nilai tukar Rupiah bergerak stabil serta cenderung menguat ke arah Rp. 15.000 per dollar Amirika Serikat ( AS ) di akhir tahun 2020. Diharapkan Bank Indonesia terus melakukan meningkatkan intensitas intervensi di pasar spot, pasar DNDF, dan pembelian SBN dari pasar sekunder, serta mengoptimalkan operasi monoter, agar dapat memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan pasar valas.

(Penulis: Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M)

Tags: BICovid-19EkonomiEskporImporIndonesiaKalimantanOpiniPandemi CovidPenguatan RupiahPerekonomian Global
ShareTweetSendShareSend

Berita Lainnya

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL
Ekonomi

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

11 Januari 2026 19:22
Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet
Ekonomi

Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet

8 Januari 2026 11:42
Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy
Opini

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

6 Januari 2026 15:27
Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan
Opini

Sawit, Banjir, dan Kelemahan Tata Kelola Lingkungan

2 Januari 2026 08:53
Pengawasan PDPB, Upaya Bawaslu Jaga Akurasi Data Pemilih Untuk Pemilu Mendatang
Opini

Pengawasan PDPB, Upaya Bawaslu Jaga Akurasi Data Pemilih Untuk Pemilu Mendatang

29 Desember 2025 20:02
Ibu Sehat Bahagia, Keluarga Tangguh: Dari Rahim Kesadaran Lahir Ketahanan Bangsa
Opini

Ibu Sehat Bahagia, Keluarga Tangguh: Dari Rahim Kesadaran Lahir Ketahanan Bangsa

22 Desember 2025 05:49
Next Post

Bertugas Makamkan Jenazah Pasien Suspect Corona, Personil Kodim 0907 Tarakan di Rapid Test

Satgas Covid-19, Mahasiswa Bethel Petamburan dan Santri Pondok Pesantren Temboro Diharapkan Melapor

Positif Covid-19 di Tarakan Bertambah 2 Orang, 1 Dari Kluster Temboro

Dua PDP Meninggal di RSUD Tarakan, Jenazahnya Dimakamkan Sesuai Protap Covid-19

Dua PDP Meninggal di RSUD Tarakan, Jenazahnya Dimakamkan Sesuai Protap Covid-19

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Disdik Tana Tidung Sosialisasikan SPMB, Istilah Baru Pengganti PPDB

    SK Paruh Waktu Diserahkan Februari, Ratusan Tenaga Kerja Kembali Aktif di Tana Tidung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KM Logistik Nusantara V Resmi Layani Tol Laut Tarakan Januari Ini, Layani Rute Surabaya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Karyawan PT Intraca Menuntut Penyatuan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Akhirnya Ada Titik Temu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjaga Paru-Paru Tarakan, Tantangan KPH di Tengah Maraknya Perambahan dan Pemukiman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Menteri PU: Investor Jangan Ragu, Pembangunan IKN Terus Berjalan

Menteri PU: Investor Jangan Ragu, Pembangunan IKN Terus Berjalan

14 Januari 2026 15:28
Menteri Nusron Dorong Penguatan Kompetensi dan Hospitality Petugas Loket BPN

Menteri Nusron Dorong Penguatan Kompetensi dan Hospitality Petugas Loket BPN

14 Januari 2026 14:25
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP